KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Pergerakan militer Amerika Serikat yang selama ini biasanya dirahasiakan, justru terbongkar ke publik.
Bukan oleh intelijen Barat
ukan pula oleh bocoran pejabat Pentagon.
Melainkan oleh perusahaan intelijen geospasial dari China.
Citra satelit yang mereka unggah di media sosial, memperlihatkan aktivitas militer Amerika secara detail.
Mulai dari kapal induk… jet tempur siluman, hingga pangkalan udara di Timur Tengah.
Dan yang mengejutkan, sebagian lokasi yang dipublikasikan itu kemudian benar-benar diserang Iran.
Apa sebenarnya yang terjadi?
Perusahaan intelijen geospasial berbasis di Shanghai, MizarVision
engunggah sejumlah citra satelit yang memperlihatkan aktivitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dalam beberapa hari sebelum operasi militer dimulai
izarVision secara rutin membagikan foto dan analisisnya melalui platform X.
Citra-citra tersebut menunjukkan: pergerakan pesawat angkut militer C-17, keberadaan jet tempur siluman F-22 Raptor, hingga aktivitas kapal induk Amerika di kawasan Teluk.
Semua informasi ini dipublikasikan secara terbuka dan dapat diakses siapa saja.
Pada 27 Februari 2026, MizarVision mempublikasikan citra yang menunjukkan pesawat militer Amerika terus mengangkut pasokan ke Pangkalan Udara Ovda di Israel.
Dalam citra tersebut terlihat: tujuh jet tempur F-22 parkir di apron dan empat F-22 lainnya berada di landasan
Hanya satu hari kemudian, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer besar terhadap Iran.
Setelah operasi itu dimulai, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone.
Yang menarik…beberapa fasilitas militer yang sebelumnya muncul dalam citra satelit kemudian benar-benar menjadi sasaran serangan.
Di antaranya: Pangkalan Udara Ovda di Israel, Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi hingga Al Udeid Air Base di Qatar.
Di pangkalan Prince Sultan misalnya, citra satelit memperlihatkan keberadaan: tujuh pesawat peringatan dini Boeing E-3 Sentry dan dua pesawat komunikasi E-11
Sementara di Qatar, citra yang dipublikasikan bahkan menunjukkan posisi baterai pertahanan udara Patriot.
Tidak hanya pangkalan udara.
MizarVision juga melacak pergerakan kapal induk Amerika.
Satelit mereka menangkap gambar USS Gerald R Ford setelah kapal tersebut meninggalkan pangkalan Souda Bay di Kreta.
Foto lainnya menunjukkan aktivitas pesawat: F/A-18 Super Hornet dan pesawat radar E-2D Hawkeye di dek kapal induk tersebut.
Sementara itu di Laut Arab, citra lain memperlihatkan USS Abraham Lincoln sedang melakukan pertemuan dengan kapal suplai di lepas pantai Oman.
Hingga kini tidak ada konfirmasi resmi bahwa Iran menggunakan citra yang dipublikasikan MizarVision untuk merencanakan serangan.
Namun karena sejumlah lokasi yang muncul dalam unggahan itu kemudian benar-benar diserang, muncul spekulasi bahwa informasi tersebut mungkin saja dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
Perdebatan pun muncul di kalangan analis keamanan global.
Meski berbasis di China, MizarVision ternyata tidak memiliki satelit sendiri.
Perusahaan ini menggunakan kecerdasan buatan dan teknologi penginderaan jauh untuk menganalisis citra satelit komersial.
Namun sumber asli gambar tersebut tidak diungkapkan.
Kelompok analis keamanan South China Sea Strategic Situation Probing Initiative menyataka
ebagian besar gambar kemungkinan berasal dari perusahaan satelit Amerika dan Eropa.
Artinya, data yang dianalisis oleh perusahaan China mungkin saja berasal dari satelit Barat sendiri.
Kasus ini menunjukkan satu hal penting. Di era satelit komersial dan kecerdasan buatan…pergerakan militer superpower sekalipun semakin sulit disembunyikan.
Informasi yang dulu hanya dimiliki intelijen negara kini bisa dianalisis oleh perusahaan swasta dan bahkan dipublikasikan ke publik.
Pertanyaannya sekarang:
Apakah ini sekadar analisis terbuka?
Atau bagian dari perang intelijen global yang jauh lebih besar?
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________