KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Di kancah Asia Tenggara, lanskap kekayaan kembali menorehkan kisah para miliarder yang merajai daftar teratas. Dengan total kekayaan gabungan yang melampaui 135 miliar dolar Amerika, atau setara dengan lebih dari 2.200 triliun Rupiah, daftar ini didominasi oleh empat taipan asal Indonesia, bersama satu nama dari Vietnam.
Memimpin daftar bergengsi ini adalah pengusaha energi asal Indonesia, Prajogo Pangestu. Di usianya yang ke-81, kekayaannya meroket hingga mencapai 38 miliar dolar Amerika, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Lonjakan fantastis ini didorong oleh kenaikan tajam saham perusahaannya, Barito Group, yang ekspansi besar di sektor petrokimia dan energi telah memukau pasar, jauh melampaui kinerja indeks saham gabungan.
Mengikuti di posisi kedua adalah Chairman Vingroup dari Vietnam, Pham Nhat Vuong. Di usia 57 tahun, kekayaannya melonjak 370% menjadi 30,5 miliar dolar Amerika. Saham Vingroup melesat berkat ekspektasi pasar terhadap proyek-proyek infrastruktur besar dan kesuksesan unit otomotifnya, VinFast, yang kini merambah pasar global.
Di peringkat ketiga, ada Low Tuck Kwong, seorang konglomerat batu bara Indonesia berusia 77 tahun, dengan kekayaan 24,5 miliar dolar Amerika. Meskipun kekayaannya sedikit turun tahun lalu, ia tetap menjadi pemain kunci di industri energi, membangun kerajaan bisnis dari nol sejak pindah ke Indonesia pada tahun 1972.
Melengkapi lima besar adalah dua bersaudara asal Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono. Robert, di usia 85 tahun, menempati posisi keempat dengan kekayaan 21,7 miliar dolar Amerika, sementara adiknya, Michael, berada di posisi kelima dengan 20,8 miliar dolar Amerika. Keduanya mengendalikan kerajaan bisnis Djarum Group yang sangat terdiversifikasi, mulai dari rokok, perbankan, elektronik, hingga properti.
Daftar ini menegaskan dominasi Indonesia dalam peta kekayaan Asia Tenggara, terutama dari sektor sumber daya alam, energi, dan perbankan. Sementara itu, Vietnam menunjukkan geliatnya melalui industrialisasi dan kendaraan listrik. Namun, di balik gemerlap kekayaan ini, tersimpan pengingat penting: pertumbuhan kekayaan para taipan ini masih sangat bergantung pada siklus komoditas, kebijakan negara, serta dinamika global yang terus berubah.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________