KONTAN - https://www.kontan.co.id/
The Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4% pada 28 Oktober 2026. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar, tetapi inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi membuat peluang pengetatan moneter kembali terbuka.
Dalam pemungutan suara 10-2, dua pejabat The Fed, Lisa Cook dan Beth Hammack, memilih menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sementara itu, bank sentral menilai aktivitas ekonomi AS masih kuat dan membutuhkan tambahan data untuk menentukan arah kebijakan berikutnya.
Dalam video ini, Kontan membahas:
- Mengapa The Fed memilih menahan suku bunga?
- Mengapa dua pejabat justru menginginkan kenaikan bunga?
- Bagaimana inflasi dan harga energi memengaruhi kebijakan moneter AS?
- Apa dampaknya terhadap dolar, rupiah, arus modal, dan biaya impor Indonesia?
- Apakah Desember 2026 menjadi momentum kenaikan bunga berikutnya?
Kenaikan suku bunga pada Desember masih merupakan kemungkinan, bukan keputusan resmi. Arah kebijakan berikutnya akan bergantung pada data ekonomi dan perkembangan inflasi.
Simak analisis lengkapnya dan ikuti perkembangan ekonomi global bersama Kontan.
#TheFed #SukuBungaTheFed #InflasiAS #EkonomiGlobal #Rupiah #DolarAS #FederalReserve #PasarKeuangan #Investasi #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #Kontan
#kontantv #kontan #kontannews
_________________________________________