Harga Minyak Naik, Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar, Rupiah Tertekan


Selasa, 07 April 2026 | 03:15 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah berpotensi menekan kinerja eksternal Indonesia, mulai dari melebarnya defisit neraca transaksi berjalan hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah pada kuartal II 2026.

Kepala Ekonom BCA, David Sumual, awalnya memproyeksikan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) tahun 2026 berada di level 0,4% dari produk domestik bruto (PDB).

Namun, dinamika global terbaru membuka kemungkinan perubahan arah. Defisit neraca transaksi berjalan bisa lebih baik dari angka tersebut.

Ia menjelaskan, di tengah konflik, kenaikan harga komoditas global justru bisa menjadi penopang. Selain minyak, harga komoditas ekspor utama Indonesia seperti batubara dan crude palm oil (CPO) ikut meningkat, didorong kebutuhan energi alternatif dari berbagai negara.

Kondisi ini berpotensi menjaga kinerja ekspor, apalagi jika depresiasi rupiah terjadi secara terkontrol sehingga meningkatkan daya saing harga.

#kontan #kontantv #kontannews #HargaMinyak #RupiahMelemah #DefisitTransaksiBerjalan #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #BeritaEkonomi #MinyakDunia #Inflasi #PasarKeuangan #Investasi #IHSG #EkonomiGlobal #BreakingNews #UpdateEkonomi #KabarEkonomi #FinanceNews #MarketUpdate #KursRupiah #TradingIndonesia #AnalisisEkonomi


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved