Bank Sentral Global Borong 244 Ton Emas Kuartal I-2026, Bank Indonesia Beli 2 Ton


Kamis, 14 Mei 2026 | 18:51 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Bank sentral global terus meningkatkan pembelian emas sepanjang 2026 di tengah tingginya gejolak pasar keuangan dunia.

World Gold Council (WGC) mencatat total pembelian emas oleh bank sentral global mencapai lebih dari 240 ton pada kuartal I-2026.

Head of Asia Pacific (ex-China) sekaligus Global Head of Central Banks WGC Shaokai Fan mengatakan, bank sentral global menambah 244 ton emas ke cadangan devisa pada kuartal I-2026 atau naik 3% secara tahunan (year on year/YoY).

Menurut dia, volume pembelian tersebut melampaui capaian kuartal sebelumnya maupun rata-rata lima tahun terakhir.

Bank sentral terus mendukung permintaan dengan menambah 244 ton ke cadangan global pada kuartal I-2026. Aktivitas pembelian ini menegaskan peran unik emas sebagai aset cadangan utama yang sangat penting di tengah turbulensi pasar yang ekstrem.

Bank Indonesia (BI) juga tercatat ikut menambah cadangan emas dengan membeli sekitar 2 ton emas pada periode tersebut, sejalan dengan tren pembelian yang dilakukan bank sentral di berbagai negara.

Meski mayoritas bank sentral melakukan akumulasi emas, WGC juga mencatat adanya peningkatan penjualan emas oleh beberapa lembaga sektor publik, termasuk Bank Sentral Turki, Bank Sentral Rusia, dan State Oil Fund of Azerbaijan (SOFAZ).

Di sisi pasokan, WGC mencatat total pasokan emas global meningkat 2% YoY menjadi 1.231 ton pada kuartal I-2026.

Produksi tambang emas bahkan mencetak rekor kuartal pertama tertinggi baru, didorong oleh lonjakan produksi di Indonesia yang meningkat 19% setelah pemulihan operasi tambang Batu Hijau pasca ekspansi fasilitas pengolahan atau mill expansion.

Sementara itu, aktivitas daur ulang emas hanya tumbuh moderat sebesar 5% meskipun harga emas berada di level tinggi.

Hal tersebut menunjukkan respons peningkatan pasokan masih relatif terbatas.

Di sisi permintaan, volume permintaan perhiasan emas global turun cukup tajam sebesar 23% YoY menjadi 300 ton akibat tingginya harga emas.

Penurunan permintaan terjadi di berbagai pasar utama, seperti China yang turun 32%, India turun 19%, Timur Tengah turun 23%, serta Indonesia turun 20%.

Meski volume pembelian perhiasan menurun, nilai belanja konsumen terhadap perhiasan emas justru meningkat. WGC menilai kondisi tersebut menunjukkan konsumen masih memandang emas sebagai instrumen investasi yang menarik.

“Sebagian permintaan perhiasan telah beralih ke permintaan emas batangan dan koin, terutama di pasar seperti China dan India, ketika perhiasan dapat berfungsi sebagai instrumen investasi alternatif,” jelas Shaokai.

#kontantv #kontan #kontannews
_________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved