Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah putaran negosiasi nuklir di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan. Isu utama tetap buntu: Iran menolak prinsip nol pengayaan selamanya, pembongkaran fasilitas nuklir, dan pemindahan stok uranium ke AS, sementara Washington menuntut jaminan permanen bahwa Teheran tak akan pernah mampu mengembangkan senjata nuklir. Di tengah itu, IAEA masih mempertanyakan keberadaan sekitar 400 kg uranium yang sudah diperkaya hingga 60%, level yang mendekati ambang senjata nuklir.
Di sisi lain, AS telah mengerahkan dua gugus tempur kapal induk, jet tempur, pesawat tanker, hingga kapal selam bersenjata rudal Tomahawk ke Timur Tengah, memunculkan kekhawatiran bahwa opsi militer benar-benar sedang dipertimbangkan Presiden Donald Trump. Namun tekanan politik dalam negeri dan keraguan publik Amerika terhadap keputusan penggunaan kekuatan militer membuat situasi makin rumit. Apakah ini sekadar taktik tekanan diplomatik untuk memaksa Iran mengalah, atau dunia benar-benar sedang meluncur menuju konflik terbuka yang bisa mengguncang harga minyak, pasar keuangan, dan stabilitas geopolitik global?
#Iran #AmerikaSerikat #ProgramNuklir #TimurTengah #DonaldTrump #MarcoRubio #AbbasAraghchi #IAEA #KapalIndukAS #RudalBalistik #Geopolitik #HargaMinyak #PerangAtauDamai #KontanNews