Presiden Ingatkan Bahaya Ketergantungan Impor Pangan Saat Situasi Global Penuh Konflik


Selasa, 06 Januari 2026 | 18:38 WIB | dilihat

Bayangkan kalau Indonesia kehabisan beras, bukan karena gagal panen, tapi karena negara pemasok kita sedang perang. Inilah peringatan serius Presiden Prabowo Subianto soal bahaya ketergantungan impor pangan di tengah konflik global yang makin panas.

Dalam Taklimat Awal Tahun, Selasa 6 Januari, Presiden Prabowo secara tegas mengingatkan publik bahwa kondisi geopolitik dunia saat ini tidak bisa dianggap sepele. Konflik antarnegara bukan hanya soal politik dan militer, tapi juga berdampak langsung ke dapur masyarakat.

Prabowo mencontohkan konflik yang berulang antara Thailand dan Kamboja. Dua negara ini sebelumnya menjadi sumber impor beras Indonesia. Namun, konflik yang terus meletus—dari perang, gencatan senjata, hingga konflik kembali—menjadi risiko besar bagi stabilitas pasokan pangan nasional.

Presiden mempertanyakan, seberapa aman Indonesia jika menggantungkan kebutuhan pokok dari negara yang sedang bergejolak. Jika rantai pasok terganggu, dampaknya bisa langsung terasa di dalam negeri.

Pengalaman pahit saat pandemi COVID-19 juga kembali diingatkan. Kala itu, banyak negara pengekspor pangan memilih menutup keran ekspor demi mengamankan kebutuhan rakyatnya sendiri. Akibatnya, meski memiliki dana, Indonesia tetap kesulitan mendapatkan pasokan pangan dari luar negeri.

Dari situ, Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan strategis nasional. Target ini menjadi bagian penting dari Strategi Transformasi Nasional yang disusun secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian jangka panjang.

Menurut Presiden, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu menjamin kebutuhan makan rakyatnya sendiri. Kemandirian pangan adalah fondasi utama kedaulatan negara.

Kabar baiknya, Indonesia kini berada di posisi yang jauh lebih aman. Pada tahun lalu, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan. Bahkan, per 31 Desember 2025, cadangan beras pemerintah mencapai sekitar 3 juta ton—angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia berdiri.

Ini berarti, di tengah konflik global dan ketidakpastian dunia, Indonesia memiliki bantalan kuat untuk melindungi kebutuhan dasar rakyatnya.

Ke depan, masyarakat diimbau mendukung program ketahanan pangan nasional. Mulai dari tidak membuang makanan, mendukung produk pangan lokal, hingga memahami pentingnya kemandirian pangan sebagai isu strategis, bukan sekadar urusan pertanian.

Pemerintah juga terus mengimbau agar seluruh elemen bangsa menjaga produksi, distribusi, dan cadangan pangan nasional demi menghindari krisis di masa depan.

#PrabowoSubianto #SwasembadaPangan #KetahananPangan #ImporBeras #KonflikGlobal #BerasIndonesia #CadanganBeras #PanganNasional #IndonesiaMandiri #BeritaNasional #IsuGlobal #EkonomiIndonesia #Geopolitik #PanganStrategis


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved