Suku Bunga Turun, Harga Bitcoin Bisa Cetak Rekor Lagi


Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:13 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Halo, Sobat Crypto! Pada Kamis 15 Januari, harga Bitcoin kembali menguat, menembus level US$ 96.750,61, naik tipis 0,10% dalam 24 jam terakhir.

Tak hanya itu, Bitcoin sempat menembus angka psikologis US$ 97.000, dan dalam sepekan terakhir mencatat kenaikan sebesar 7,65%.

Menurut analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, lonjakan ini dipicu oleh perbaikan sentimen pasar setelah data inflasi Amerika Serikat datang lebih rendah dari perkiraan.

Data inflasi yang lebih ringan menurunkan tekanan inflasi, membuka peluang penurunan suku bunga The Fed, sehingga investor menjadi lebih berani menempatkan dana di aset berisiko seperti kripto.

Di pasar derivatif, saat Bitcoin menembus resistance penting di sekitar US$ 94.500, banyak trader yang memegang posisi short terjebak dan mengalami likuidasi, memaksa mereka membeli kembali Bitcoin untuk menutup posisi.

Akibat likuidasi tersebut, tekanan beli meningkat secara signifikan dan mendorong harga Bitcoin naik lebih cepat.

Dari sisi teknikal, keberhasilan Bitcoin menembus resistance yang sudah sulit ditembus sejak awal Desember menjadi sinyal bullish kuat bagi trader teknikal maupun sistem algoritmik.

Indikator sentimen seperti Fear & Greed Index juga menunjukkan perbaikan, menegaskan optimisme pasar.

Walaupun masih ada aksi FUD (fear, uncertainty, and doubt) di media sosial, sebagian pelaku pasar justru menganggapnya sebagai sinyal kontrarian bahwa tekanan jual mulai melemah dan momentum akumulasi meningkat.

Katalis positif lainnya datang dari kepastian regulasi kripto di AS, seperti Rancangan Undang?Undang CLARITY Act, yang memberi kejelasan aturan dan mendorong adopsi institusional. Aliran dana ke spot Bitcoin ETF juga terus meningkat, menandakan permintaan institusi yang kuat.

Fyqieh memproyeksikan tren pergerakan Bitcoin ke depan masih bullish, didukung oleh permintaan institusional melalui ETF spot.

Ia menekankan, meski harga berada di level tinggi, fondasi fundamental tetap kuat untuk menjaga momentum naik.

Secara teknikal, Bitcoin diperkirakan akan beroperasi dalam kisaran US$ 97.000–US$ 98.400, zona yang selama ini menjadi titik konsolidasi penting sebelum menentukan arah selanjutnya.

Selama Bitcoin mampu bertahan di atas support sekitar US$ 93.900–US$ 96.600, tren naik jangka pendek masih dianggap sehat. Penurunan kecil dianggap sebagai jeda alami, bukan sinyal pembalikan.

CEO Triv, Gabriel Rey, menambahkan bahwa sentimen The Fed akan sangat memengaruhi pergerakan Bitcoin ke depan. Jika Presiden AS Donald Trump berhasil menurunkan suku bunga acuan The Fed, pelonggaran moneter tersebut berpotensi mendongkrak harga Bitcoin.

Itulah rangkuman terbaru mengenai pergerakan Bitcoin. Jangan lupa like, share, dan subscribe untuk tetap update dengan berita kripto terkini. Sampai jumpa di video berikutnya!

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved