KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Kinerja perdagangan Indonesia kembali menjadi sorotan. Meski ekspor masih tumbuh, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan defisit pada Juni 2026.
Badan Pusat Statistik mencatat, defisit neraca perdagangan pada Juni mencapai 450 juta dolar Amerika Serikat. Angka ini memang lebih kecil dibandingkan defisit pada Mei yang mencapai 1,61 miliar dolar AS.
Lalu, apa penyebabnya?
Menurut BPS, penyebab utamanya adalah sektor minyak dan gas. Neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar 3,49 miliar dolar AS, terutama akibat tingginya impor minyak mentah dan hasil minyak.
Di sisi lain, sektor nonmigas masih menjadi penopang perdagangan Indonesia. Surplus nonmigas mencapai 3,04 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Kontributor utamanya berasal dari ekspor minyak dan lemak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Juni mencapai 25,91 miliar dolar AS, naik lebih dari 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan impor migas yang melonjak lebih dari 100 persen. Sementara impor nonmigas juga meningkat sekitar 25 persen.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juni 2026, impor Indonesia mencapai 137,24 miliar dolar AS. Kenaikan terbesar berasal dari impor bahan baku dan barang penolong, disusul barang modal serta barang konsumsi.
Di sisi ekspor, kinerjanya juga masih tumbuh positif.
Nilai ekspor Indonesia pada Juni mencapai 25,46 miliar dolar AS, atau naik hampir 9 persen dibandingkan tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas, khususnya komoditas bahan bakar mineral, nikel, serta minyak dan lemak nabati.
Secara kumulatif, ekspor Indonesia selama semester pertama 2026 mencapai 140,81 miliar dolar AS, meningkat lebih dari 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Artinya, permintaan terhadap produk ekspor Indonesia masih cukup kuat.
Namun, laju impor yang tumbuh jauh lebih cepat, terutama impor migas, membuat neraca perdagangan belum mampu kembali ke zona surplus.
Ke depan, pengendalian impor energi serta penguatan ekspor bernilai tambah akan menjadi kunci untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
#kontantv #kontan #kontannews
_________________________________________