KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Sebuah kejadian misterius terjadi di kawasan Asia Timur.
Jet tempur China yang biasanya muncul setiap hari di sekitar wilayah Taiwan… tiba-tiba menghilang.
Selama 10 hari terakhir, bahkan tidak ada satu pun pesawat militer China yang terdeteksi.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Aktivitas militer China di sekitar Taiwan dilaporkan turun drastis dalam sepuluh hari terakhir.
Penurunan ini terjadi setelah konflik di Timur Tengah pecah, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Otoritas pertahanan Taiwan bahkan melaporkan tidak ada satu pun jet tempur China yang terdeteksi selama periode tersebut.
Ini sangat tidak biasa.
Biasanya, China mengirim jet tempur dan kapal perang hampir setiap hari untuk memberikan tekanan militer terhadap Taiwan.
Namun sejak akhir Februari, jumlah pesawat yang terdeteksi hanya dua pesawat dalam 24 jam.
Bandingkan dengan tahun lalu.
Pada periode yang sama, Taiwan mencatat hingga 86 pesawat militer China.
Artinya terjadi penurunan aktivitas yang sangat drastis.
Ini bahkan menjadi jeda terpanjang sejak pencatatan harian dimulai pada 2024.
Meski aktivitas udara menurun tajam, situasi di laut tetap berbeda.
Taiwan masih mencatat sekitar enam kapal perang China berada di sekitar wilayah tersebut setiap hari.
Artinya, tekanan militer sebenarnya belum benar-benar hilang.
Penurunan aktivitas militer ini membuat para analis keamanan bingung.
Beberapa spekulasi mulai muncul.
Salah satunya terkait agenda politik besar di China yang dikenal sebagai dua sesi, yaitu pertemuan politik tahunan di Beijing.
Selain itu, ada juga spekulasi terkait kunjungan Presiden A-S Donald Trump ke Beijing yang dijadwalkan akhir bulan ini untuk bertemu Presiden Xi Jinping.
Sebagian analis juga mengaitkan fenomena ini dengan konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah.
Ketika dunia fokus pada perang antara A-S, Israel, dan Iran, China mungkin sedang menahan aktivitas militernya.
Namun beberapa pakar mengatakan belum ada tanda bahwa China sedang menyiapkan serangan besar terhadap Taiwan.
Meski aktivitas udara menurun, pejabat keamanan Taiwan mengingatkan agar tidak lengah.
Ada kemungkinan China sengaja mengurangi aktivitas militernya untuk menciptakan kesan bahwa ancaman terhadap Taiwan sedang menurun.
Strategi ini bisa saja bertujuan untuk mempengaruhi sikap Amerika Serikat terhadap dukungan keamanan bagi Taiwan.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Beijing mengenai hilangnya aktivitas jet tempur di sekitar Taiwan.
Namun, jika kondisi ini terus berlanjut lebih lama, para analis memperingatkan bahwa situasi tersebut justru bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih besar sedang dipersiapkan.
Apakah ini hanya jeda sementara… atau bagian dari strategi militer China?
Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________