ALERT! Perang Iran Menguras Persenjataan AS – Apakah China Menunggu?


Selasa, 10 Maret 2026 | 12:46 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran menguras persenjataan militer AS.

Rudal, amunisi, hingga kapal perang dikerahkan ke Timur Tengah, memicu kekhawatiran besar: apakah AS masih siap menghadapi China?

Sejak akhir tahun lalu, berbagai sistem pertahanan udara, kapal perang, dan ribuan amunisi dikirim ke Timur Tengah untuk menekan Iran.

Baterai Patriot pertama kali dipindahkan dari Komando Indo-Pasifik ke Timur Tengah.

73 penerbangan pesawat C-17 mengangkut pasukan dan peralatan.

Personel dari Korea Selatan dan Jepang sempat ditempatkan di Qatar untuk menghadapi rudal dan drone Iran.

Dalam 100 jam pertama perang, lebih dari 2.000 amunisi AS ditembakkan ke target di Iran, termasuk rudal canggih dan salvo Tomahawk dari kapal perusak.

Meski fokus saat ini Iran, China dianggap sebagai tantangan jauh lebih besar.

China memiliki arsenal rudal raksasa, armada laut besar, dan kapasitas industri kuat.

Jika terjadi konflik di Laut China Selatan atau invasi Taiwan, AS akan membutuhkan rudal dan amunisi dalam jumlah sangat besar.

Peneliti senior Michael Horowitz menegaskan:

Kemampuan China satu tingkat magnitudo lebih menantang dibandingkan Iran. Semua yang dimiliki Iran, ditambah senjata kelas atas China, akan membutuhkan sistem pertahanan lebih kuat.

Penggunaan rudal dan amunisi dari konflik sebelumnya di Ukraina dan Timur Tengah membuat persediaan AS menipis.

Kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Carl Vinson dialihkan dari Indo-Pasifik ke Timur Tengah.

Perawatan kapal kini menjadi tantangan karena galangan kapal AS sangat terbebani.

Laksamana Samuel Paparo menekankan:

Stok senjata harus segera dipulihkan. Jika tidak, kemampuan AS merespons krisis di Indo-Pasifik akan terpengaruh.

Para analis menilai militer AS kini terlalu tersebar di banyak konflik:

Pengiriman amunisi ke Ukraina dan Timur Tengah menekan cadangan domestik.

Dominasi militer di banyak wilayah memiliki biaya tersembunyi.

Elbridge Colby menekankan:

Militer yang terlalu terbebani tidak akan siap menghadapi serangan China di Pasifik Barat.

Tony Hu menambahkan:

Keberhasilan jangka pendek melawan Iran bisa mengorbankan strategi jangka panjang menghadapi China.

Konfrontasi AS-Iran membuka pertanyaan besar:

Apakah AS mampu menghadapi dua konflik besar sekaligus
agaimana kesiapan menghadapi China jika persenjataan sudah menipis?

Situasi ini bisa memengaruhi stabilitas global dan keseimbangan kekuatan di Asia-Pasifik.

Kita akan terus memantau perkembangan dan update terbaru.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved