Iran Tolak Negosiasi dengan Trump! Perang Makin Panas, Selat Hormuz Jadi Penentu


Senin, 16 Maret 2026 | 07:15 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.

Pemerintah Iran menegaskan tidak memiliki alasan untuk berunding dengan Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Pernyataan tegas itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Menurutnya, Iran saat ini hanya fokus pada satu hal: membela negaranya dari serangan militer.

Dalam wawancara dengan program Face The Nation di CBS, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak melihat alasan untuk membuka dialog dengan Washington.

Ia bahkan menolak keras klaim Trump yang mengatakan Iran ingin bernegosiasi.

Menurut Araghchi, Iran sebenarnya sedang berbicara dengan Amerika Serikat ketika serangan militer justru dilancarkan.

Karena itulah, Teheran merasa tidak ada alasan lagi untuk melakukan pembicaraan dengan Washington.

Sementara itu, upaya diplomasi dari sejumlah negara Timur Tengah untuk membuka jalur mediasi juga menemui jalan buntu.

Beberapa sumber menyebut pemerintahan Donald Trump justru menolak inisiatif pembicaraan yang bertujuan menghentikan konflik.

Pejabat senior Gedung Putih bahkan mengonfirmasi bahwa pemerintah AS saat ini lebih memilih melanjutkan tekanan militer terhadap Iran.

Menurut pejabat tersebut, Trump belum tertarik pada negosiasi saat ini dan operasi militer akan terus berlangsung.

Operasi militer yang diberi nama Operation Epic Fury dilaporkan masih berjalan tanpa henti.

Di sisi lain, Iran juga menolak berbagai upaya untuk merundingkan gencatan senjata.

Beberapa sumber Iran menyebutkan bahwa Teheran hanya akan mempertimbangkan perundingan jika serangan udara Amerika Serikat dan Israel dihentikan sepenuhnya.

Iran juga menuntut penghentian permanen serangan serta kompensasi sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Sikap Iran bahkan disebut semakin keras dibandingkan pada hari-hari awal konflik.

Salah satu faktor yang dianggap sangat menentukan jalannya perang adalah Selat Hormuz, jalur laut strategis bagi perdagangan energi dunia.

Pasukan elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps, disebut memandang kendali atas Selat Hormuz sebagai kunci utama kemenangan.

Menurut sumber tersebut, jika Iran kehilangan kendali atas jalur vital itu, maka negara tersebut berisiko kalah dalam perang.

Karena itulah, Pengawal Revolusi Iran menolak segala bentuk gencatan senjata maupun pembicaraan diplomatik selama konflik masih berlangsung.

Dengan posisi Washington dan Teheran yang sama-sama keras, harapan untuk menghentikan perang dalam waktu dekat tampaknya semakin kecil.

Konflik yang sudah berlangsung sekitar dua pekan ini justru berpotensi semakin meluas dan melibatkan lebih banyak negara di kawasan Timur Tengah.

Dan kini, dunia menunggu apakah ketegangan ini akan menuju meja diplomasi…

atau justru berubah menjadi konflik yang lebih besar.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved