Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 2025, ditopang stok awal 2026 yang tembus 12,529 juta ton. Angka ini sudah mencakup Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bulog sebesar 3,248 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah—serta stok di rumah tangga, penggilingan, pedagang, hingga hotel dan katering. Dibanding stok awal 2024 yang hanya 4,134 juta ton, lonjakannya mencapai lebih dari 200%. Dengan asumsi kebutuhan 2,591 juta ton per bulan dan proyeksi produksi 34,7 juta ton pada 2026, stok beras nasional di akhir 2026 diperkirakan menebal menjadi 16,194 juta ton.
Atas dasar itu, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia tidak perlu membuka keran impor beras umum maupun beras bahan baku industri sepanjang 2026, sebagaimana diputuskan dalam rapat Neraca Komoditas. Pemerintah mengklaim stok aman hingga Ramadhan dan Idul Fitri, sekaligus menyebut kebijakan tanpa impor sebagai bentuk keberpihakan pada petani. Pertanyaannya: mampukah komitmen swasembada beras ini menjaga harga di tingkat petani tanpa memberatkan kantong konsumen?
#SwasembadaBeras #Bapanas #Beras #Bulog #KetahananPangan #AmranSulaiman #ImporBeras #Petani #PanganNasional #KontanNews