Trump Tetapkan Tarif Impor 32% untuk RI, Sektor Otomotif Hingga Elektronik Terancam


Kamis, 03 April 2025 | 23:45 WIB | dilihat
KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Center of Economics and Law Studies atau Celios telah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan ini berpotensi mengancam industri otomotif, elektronik, serta sektor padat karya di Indonesia.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa kenaikan tarif resiprokal hingga 32% akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia.

Menurut Bhima, total ekspor produk otomotif Indonesia ke AS pada 2023 mencapai US$ 280,4 juta atau sekitar Rp 4,64 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata 11% dalam periode 2019 hingga 2023.

Ada tiga alasan utama yang mendasari hal ini. Pertama, konsumen AS akan menghadapi kenaikan harga kendaraan, sehingga berpotensi menurunkan penjualan.

Kedua, kemungkinan resesi ekonomi AS meningkat akibat melemahnya permintaan, yang berdampak pada ekonomi Indonesia. Setiap penurunan 1% pertumbuhan ekonomi AS dapat menurunkan ekonomi Indonesia sebesar 0,08%.

Ketiga, produsen otomotif Indonesia tidak dapat dengan mudah beralih ke pasar domestik karena perbedaan spesifikasi kendaraan untuk ekspor dan dalam negeri.

Selain otomotif, industri elektronik juga berpotensi terdampak karena keterkaitan erat antara produsen elektronik dan suku cadang kendaraan bermotor.

Sektor padat karya seperti tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki juga diperkirakan akan semakin tertekan.

Di sisi lain, pasar domestik berpotensi dibanjiri produk dari Vietnam, Kamboja, dan China yang mencari alternatif ekspor.

Pada Kamis, Trump mengumumkan kebijakan tarif global baru yang akan berlaku mulai 5 April 2025. Tarif minimum sebesar 10% akan dikenakan pada seluruh impor ke AS, sementara negara tertentu, termasuk Indonesia, akan dikenakan tarif tambahan hingga 32%.

Trump mengklaim bahwa Indonesia secara efektif mengenakan tarif 64% terhadap produk AS, terutama etanol. Namun, menurut data Bank Dunia, tarif rata-rata Indonesia terhadap impor AS hanya 4,2%, sehingga perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh hambatan non-tarif atau faktor nilai tukar.

#kontantv #kontan #kontannews #donaldtrump #tarif #impor #amerika #indonesia
_____________________
Instagram: https://www.instagram.com/kontannews/
Facebook: https://www.facebook.com/kontannews/
Twitter: https://www.twitter.com/kontannews/

Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved