KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menarik utang baru sebesar Rp 744 triliun hingga akhir Desember 2025.
Realisasi tersebut membengkak sekitar 120,7% dibandingkan target pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Sebagai perbandingan, target pembiayaan utang dalam pagu APBN 2025 ditetapkan sebesar Rp 616,2 triliun. Angka tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan target outlook dalam Laporan Semester (Lapsem) yang sebesar Rp 662 triliun.
Berdasarkan rinciannya, pembiayaan utang sebagian besar berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp 736,3 triliun atau setara 94,9% dari target pagu APBN 2025. Sementara itu, pembiayaan non-utang tercatat sebesar Rp 7,7 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjelaskan, pembiayaan non-utang tersebut justru memberikan efek pengurang terhadap kebutuhan pembiayaan secara keseluruhan.
Thomas menilai kondisi pembiayaan utang sepanjang 2025 masih terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari tingkat minat investor yang tetap kuat, terlihat dari rasio bid to cover yang cukup sehat.
Selama tahun 2025, bid to cover ratio rata-rata mencapai 3,2 kali untuk Surat Utang Negara (SUN) dan 3,4 kali di pasar Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Thomas menambahkan yield dan spread SBN juga terus mengalami penurunan. Kondisi ini didukung oleh pasar keuangan domestik yang solid serta kinerja perekonomian nasional yang tetap terjaga.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________