Kasus PHK di PT Krakatau Osaka Steel dinilai bukan sekadar persoalan satu perusahaan, melainkan cerminan tekanan struktural yang sedang menghantam sektor manufaktur nasional. Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai industri saat ini menghadapi rangkaian tekanan yang saling berkaitan, mulai dari tingginya biaya energi, bahan baku yang kurang kompetitif, serbuan impor murah, hingga lemahnya permintaan domestik. Kondisi ini membuat daya saing industri dalam negeri semakin tertekan dan memicu efisiensi besar-besaran di banyak perusahaan.
Meski jumlah PHK nasional per April 2026 tercatat sekitar 8.389 pekerja dan belum masuk fase ekstrem, tanda perlambatan mulai terlihat. PMI manufaktur Indonesia bahkan turun ke level 49,1 pada April yang menandakan kontraksi. Yusuf menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah struktural, mulai dari pengendalian impor, penurunan biaya energi dan suku bunga, hingga penguatan daya beli masyarakat. Tanpa pembenahan serius, tekanan terhadap industri manufaktur dan tenaga kerja dinilai bisa terus berlanjut dalam jangka menengah.
#PHK #Manufaktur #EkonomiIndonesia #Industri #PMI #KontanNews