KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Kematian tiga prajurit TNI di Lebanon kini memasuki babak baru…
Setelah sebelumnya menuai kecaman dunia, kini Israel akhirnya buka suara.
Tapi jawabannya… justru menimbulkan pertanyaan besar.
Militer Israel menyatakan telah membuka penyelidikan atas dua insiden yang menewaskan pasukan UNIFIL, termasuk tiga prajurit Indonesia.
Namun, mereka menegaskan: tidak bisa langsung disimpulkan bahwa Israel adalah pihak yang bertanggung jawab.
Dalam pernyataannya, Israel menyebut kemungkinan lain—bahwa insiden ini bisa saja terkait aktivitas Hizbullah.
Diketahui, wilayah Lebanon selatan saat ini merupakan zona konflik aktif antara militer Israel dan kelompok bersenjata tersebut.
Berdasarkan laporan PBB:
Sebuah ledakan menghantam kendaraan pasukan dekat Bani Hayyan.
Dua prajurit TNI gugur, sementara lainnya luka-luka.
Dalam insiden kedua:
Sebuah proyektil meledak di dekat pos UNIFIL di Adchit Al-Qusayr.
Satu prajurit TNI gugur, dan satu lainnya mengalami luka kritis.
Kedua insiden ini terjadi hanya dalam waktu 24 jam.
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menegaskan: kedua kejadian tersebut merupakan dua insiden terpisah.
Hingga kini… sumber ledakan masih belum diketahui secara pasti.
Konflik antara Israel dan Hizbullah sendiri kembali memanas sejak 2 Maret 2026.
Dan sejak saat itu…situasi di Lebanon selatan berubah menjadi medan pertempuran aktif.
Tiga prajurit Indonesia telah gugur…namun siapa yang bertanggung jawab, masih menjadi teka-teki.
Dunia kini menunggu hasil investigasi.
Satu pertanyaan besar tersisa:
apakah kebenaran akan benar-benar terungkap?
Tulis pendapat kamu di kolom komentar:
menurut kamu, siapa yang harus bertanggung jawab?
Jangan lupa subscribe untuk update berita internasional terbaru!
#kontantv #kontan #kontannews
_________________________________________