Prabowo Soroti Ketimpangan, Ekonomi RI Masuk 7 Besar Dunia


Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:30 WIB | dilihat

Indonesia diproyeksikan masuk tujuh besar negara dengan ekonomi terbesar dunia pada 2026 berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP). Dalam proyeksi IMF melalui World Economic Outlook Oktober 2026, nilai ekonomi Indonesia mencapai US$5,48 triliun atau sekitar Rp98,69 kuadriliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Posisi ini menempatkan Indonesia di atas Brasil, Inggris, dan Perancis. Namun, berdasarkan PDB nominal, Indonesia diproyeksikan berada di peringkat ke-17 dunia dengan nilai sekitar US$1,48 triliun.
Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti ketimpangan ekonomi. Menurutnya, posisi Indonesia dalam peringkat global menunjukkan besarnya potensi ekonomi nasional, tetapi belum berarti kesejahteraan masyarakat telah merata.

Mengapa ekonomi Indonesia bisa masuk tujuh besar berdasarkan PPP? Apa perbedaan PPP dan PDB nominal? Dan bagaimana memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada daya beli, lapangan kerja, serta kesejahteraan masyarakat?
Simak analisis Kontan TV mengenai besarnya ekonomi Indonesia dan tantangan pemerataan hasil pembangunan.

Jangan lupa like, subscribe, dan aktifkan lonceng notifikasi untuk mendapatkan informasi dan analisis ekonomi terbaru.

#EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IMF #EkonomiDunia #PPP #PDBIndonesia #KetimpanganEkonomi #DayaBeliMasyarakat #PertumbuhanEkonomi #KesejahteraanRakyat #BeritaEkonomi #KontanTV


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved