Kebijakan WFH Berpotensi Tekan Pemasukan UMKM Makanan dan Minuman


Rabu, 25 Maret 2026 | 11:58 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Pernah kebayang kalau kantor tutup, semua orang kerja dari rumah, dan tiba?tiba penjualan makanan & minuman di pinggir kantor menurun drastis? Itu bukan fiksi, melainkan realita yang dihadapi UMKM sektor F&B setelah pemerintah rencanakan kebijakan Work From Home (WFH) atau Work From Anywhere (WFA) pasca Lebaran.

Pemerintah berencana menerapkan WFH/WFA untuk aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan swasta sebagai upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini dipicu kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah antara Israel-AS dan Iran. Ide dasarnya sederhana: kalau orang tidak harus pergi ke kantor, maka kebutuhan transportasi menurun, dan BBM pun lebih irit.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Edy Misero, kebijakan ini berpotensi menekan pendapatan UMKM, khususnya yang bergerak di bidang makanan dan minuman (mamin). Kenapa? Karena jam makan siang di sekitar kantor menjadi momen penjualan paling ramai. Jika karyawan tidak lagi datang ke kantor, aktivitas membeli makanan, ngopi, atau snack di luar rumah berkurang signifikan.

Edy menambahkan, penurunan aktivitas di area perkantoran akan berdampak langsung pada omzet UMKM mamin. Meskipun belum ada estimasi kuantitatif, ia memperkirakan risiko ini akan terus berlanjut selama konflik Timur Tengah belum selesai atau bahkan memanas. Akumindo khawatir bahwa penurunan penjualan ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan dapat menggerus daya tahan finansial usaha mikro, kecil, dan menengah.

UMKM F&B bukan sekadar penjual makanan; mereka adalah sumber lapangan kerja, pendapatan keluarga, dan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional. Jika arus pendapatan mereka terhenti, efek domino akan terasa pada sektor lain—dari pemasok bahan baku hingga layanan logistik. Selain itu, penurunan perputaran uang di sektor ini dapat menurunkan pajak daerah, menghambat pembangunan infrastruktur lokal.

Akumindo berharap kebijakan WFH tidak diterapkan dalam jangka panjang. Dengan begitu, pihkanya berharap bisa memasarkan produk kami lebih lagi. Dengan adanya interaksi langsung, masyarakat dapat melihat produk secara nyata sehingga lebih tertarik untuk membeli.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara efisiensi energi nasional dan keberlangsungan ekonomi mikro.

Jika kebijakan ini berjalan lama, UMKM mamin dapat mengalami penurunan penjualan harian hingga 30-40% pada jam makan siang.

Pengurangan tenaga kerja karena omzet yang menurun, kesulitan mengakses modal karena penurunan arus kas. Semua faktor ini berpotensi memperlemah ekosistem ekonomi lokal dan menurunkan daya beli masyarakat.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved