AS Pasok Senjata Besar-besaran ke Israel dan Arab Saudi, Konflik Timur Tengah Makin Panas!


Senin, 02 Februari 2026 | 16:15 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan senjata bernilai miliaran dollar AS kepada Israel dan Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Iran.

Kementerian Luar Negeri AS pada Jumat (30/1/2026) memberikan lampu hijau atas penjualan 30 helikopter serang Apache kepada Israel dengan nilai mencapai 3,8 miliar dollar A-S atau sekitar Rp 63 triliun.

Kementerian Luar Negeri A-S menyatakan, pihaknya berkomitmen terhadap keamanan Israel, dan merupakan kepentingan nasional A-S untuk membantu Israel mengembangkan serta mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan siap.

Selain helikopter Apache, paket penjualan senjata untuk Israel juga mencakup kendaraan taktis ringan gabungan senilai 1,8 miliar dollar AS atau Rp 30 triliun.

Selama ini, AS mengirimkan bantuan militer senilai miliaran dollar A-S setiap tahun kepada Israel. Sebagian besar dari paket tersebut berbentuk bantuan, bukan penjualan langsung.

Persetujuan penjualan senjata ini datang setelah Israel dan Hamas mencapai gencatan senjata yang dimediasi A-S pada Oktober 2025.

Meski gencatan senjata diberlakukan, ketegangan tetap tinggi di kawasan, terutama ketika A-S mengerahkan kekuatan militer besar di perairan dekat Iran.

Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri A-S juga menyetujui penjualan senjata senilai 9 miliar dollar A-S atau Rp 150 triliun kepada Arab Saudi.

Penjualan tersebut terdiri atas 730 unit rudal Patriot yang digunakan untuk pertahanan terhadap serangan udara.

Kawasan Timur Tengah terus dibayangi eskalasi konflik setelah tahun lalu Israel membombardir besar-besaran terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran.

Iran sendiri menghadapi tekanan yang meningkat akibat gelombang protes besar terhadap pemerintah. Pemerintah membalasnya dengan tindakan represif hingga menewaskan ribuan demonstran.

Hal itu memicu reaksi A-S dengan mengacam akan menyerang Iran jika terus bertindak represif terhadap demonstran.

Namun, Arab Saudi, meskipun bukan sekutu Iran, meminta agar AS tidak melancarkan serangan ke Iran.

Pasalnya, negara-negara di Teluk Arab khawatir ketidakstabilan kawasan dapat merusak reputasi mereka sebagai pusat bisnis.

Riyadh selama bertahun-tahun mempertimbangkan normalisasi hubungan bersejarah dengan Israel. Namun, peluang tersebut kini semakin menjauh seiring kekhawatiran Arab Saudi terhadap kampanye militer Israel di wilayah Palestina.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata Gaza kini memasuki fase kedua dengan fokus pada upaya melucuti Hamas.

Serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 menewaskan 1.221 orang di pihak Israel, sebagian besar warga sipil.

Di sisi lain, setidaknya 71.667 warga Palestina tewas akibat kampanye militer Israel di Gaza.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved