Pemerintah menyoroti tekanan yang semakin besar terhadap kelas menengah sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut kontribusi kelas menengah mencapai lebih dari 50% PDB dan sekitar 80% konsumsi rumah tangga, namun kini tertekan oleh disrupsi teknologi, pergeseran ke sektor informal, serta lemahnya penciptaan lapangan kerja.
Sebagai respons, pemerintah menyiapkan berbagai strategi mulai dari insentif pajak, dukungan sektor padat karya, hingga stimulus konsumsi seperti PPN ditanggung pemerintah, subsidi listrik, dan program perumahan. Tujuannya menjaga daya beli sekaligus mencegah fenomena “Chile Paradox”, di mana pertumbuhan ekonomi tidak dirasakan merata oleh kelas menengah.
#KelasMenengah #EkonomiIndonesia #LapanganKerja #PDB #KebijakanEkonomi #KontanNews