Bank Indonesia mencatat utang luar negeri pemerintah Indonesia per Februari 2026 mencapai US$215,9 miliar, tumbuh 5,5% secara tahunan. Direktur Komunikasi BI Anton Pitono menjelaskan pertumbuhan ini sedikit melambat dibanding bulan sebelumnya, seiring penurunan posisi surat utang. Mayoritas utang tersebut merupakan utang jangka panjang dengan porsi hampir 100%, dan digunakan untuk sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur.
Sementara itu, utang luar negeri Bank Indonesia sendiri naik menjadi US$28,29 miliar. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kepemilikan investor asing pada instrumen moneter BI, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Secara keseluruhan, struktur utang yang dominan jangka panjang dinilai masih relatif aman, namun tetap perlu dikelola hati-hati agar tidak membebani fiskal ke depan.
#UtangLuarNegeri #BankIndonesia #APBN #EkonomiIndonesia #Rupiah #KontanNews