KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kini direncanakan hadir di 34 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.000 ton sampah per hari, menandai langkah besar dalam pengelolaan sampah sekaligus produksi energi terbarukan.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa pemerintah telah membuka proses lelang untuk proyek PLTSa ini. Dengan tahapan lelang yang sudah berjalan, ia optimis beberapa proyek dapat memulai pembangunan pada pertengahan tahun ini.
Meski belum dirinci berapa banyak proyek yang akan dimulai, Yuliot menargetkan agar sejumlah PLTSa dapat beroperasi pada tahun 2027, mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi beban sampah di daerah?daerah.
Salah satu kendala utama adalah kepastian lahan dan perizinan. Menurut para ahli, proses penyediaan lahan yang tepat dan cepat menjadi kunci percepatan realisasi proyek PLTSa, mengingat sebelumnya proses tersebut dapat memakan waktu hingga tiga atau empat tahun per proyek.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan groundbreaking proyek Waste?to?Energy (WtE) atau PLTSa pada Maret 2026. CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa mekanisme lelang kini jauh lebih efisien dibandingkan pola sebelumnya.
Rosan menambahkan bahwa program WtE sebenarnya telah berjalan sejak 2014, namun implementasinya belum optimal. Hingga kini, hanya PLTSa di Surabaya dan Surakarta yang telah beroperasi secara komersial.
Peningkatan minat investor, baik domestik maupun asing, menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek PLTSa di berbagai daerah, menjanjikan solusi berkelanjutan bagi permasalahan sampah dan kebutuhan energi nasional.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________