Jepang Siapkan Rudal Jarak 1.000 Km Dekat China, Ketegangan Asia Timur Meningkat


Rabu, 11 Maret 2026 | 19:45 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan geopolitik di Asia Timur kembali meningkat.

Pemerintah Japan dilaporkan akan segera mengerahkan rudal jarak jauh di wilayah dekat China.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi baru Jepang untuk memperkuat kemampuan serangan balasan militer.

Namun keputusan ini juga memicu kontroversi di dalam negeri dan menambah ketegangan di kawasan.

Menurut laporan pemerintah Jepang, Pasukan Bela Diri Darat akan menempatkan rudal permukaan-ke-kapal Type 12 Surface-to-Ship Missile.

Rudal ini memiliki jangkauan yang dilaporkan mencapai 1.000 kilometer.

Artinya, jika diluncurkan dari Jepang, rudal tersebut berpotensi menjangkau berbagai target strategis di wilayah sekitarnya.

Rudal ini rencananya akan ditempatkan di wilayah Kumamoto, yang berada di pulau Kyushu.

Langkah tersebut diperkirakan akan selesai pada akhir Maret 2026.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan bahwa pemerintah akan memberi penjelasan kepada masyarakat setempat setelah seluruh persiapan selesai.

Menurutnya, Kementerian Pertahanan Jepang akan melakukan sosialisasi kepada warga terkait pengerahan sistem persenjataan tersebut.

Pengerahan rudal ini merupakan bagian dari strategi Jepang untuk memperkuat kemampuan militernya.

Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya aktivitas angkatan laut China di East China Sea.

Tokyo ingin memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan serangan balasan jika terjadi serangan terhadap wilayahnya.

Dalam strategi militer terbaru, Jepang bahkan mulai mengembangkan kemampuan untuk melumpuhkan pangkalan militer musuh jika konflik pecah.

Hubungan antara Tokyo dan Beijing memang semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan meningkat setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan kemungkinan intervensi militer jika Taiwan diserang.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari pemerintah China.

Sebagai balasan, Beijing bahkan menerapkan tekanan ekonomi terhadap Jepang.

Salah satu langkahnya adalah melarang wisatawan China melakukan perjalanan ke Jepang sejak November lalu.

Di dalam negeri, pengerahan rudal ini juga memicu kontroversi.

Media lokal melaporkan bahwa unit peluncur rudal mulai dikirim ke Kumamoto pada malam hari tanpa pemberitahuan kepada warga sekitar.

Langkah tersebut memicu protes dari penduduk setempat di dekat pangkalan militer.

Banyak warga khawatir bahwa keberadaan rudal strategis justru akan menjadikan daerah mereka sebagai target utama serangan balasan jika konflik militer terjadi.

Pengerahan rudal jarak jauh oleh Jepang menunjukkan bahwa persaingan militer di Asia Timur semakin intens.

Dengan meningkatnya ketegangan antara Jepang dan China, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu titik panas geopolitik dunia.

Pertanyaannya sekarang,

Apakah langkah Jepang ini akan memperkuat stabilitas kawasan, atau justru memperbesar risiko konflik di Asia Timur?

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved