KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Rumor mengejutkan mengguncang Timur Tengah
erdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan mengalami luka parah bahkan tewas dalam serangan balasan Iran.
Kabar ini langsung menyebar luas di media sosial dan sejumlah media internasional
amun pertanyaannya, apakah kabar tersebut benar?
Spekulasi ini bermula dari laporan kantor berita Iran, Tasnim News Agency.
Dalam laporannya, media tersebut menyebut Netanyahu kemungkinan tewas atau terluka parah setelah serangan balasan Iran dalam konflik yang memanas sejak akhir Februari.
Konflik itu sendiri dipicu setelah serangan gabungan United States dan Israel ke sejumlah kota di Iran pada 28 Februari 2026.
Sejak saat itu, kawasan Timur Tengah berada dalam ketegangan tinggi.
Rumor semakin liar karena Netanyahu tidak muncul di ruang publik selama hampir empat hari.
Padahal sebelumnya, ia hampir setiap hari merilis pesan video kepada masyarakat Israel.
Selama beberapa hari terakhir, pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu hanya muncul dalam bentuk tertulis, tanpa video ataupun foto terbaru.
Hal ini membuat berbagai spekulasi bermunculan.
Media Iran juga mengklaim bahwa Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kemungkinan ikut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Bahkan saudara Netanyahu, Iddo Netanyahu, disebut-sebut turut tewas.
Namun laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Spekulasi semakin kuat setelah dua utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, mendadak membatalkan rencana kunjungan mereka ke Israel.
Kunjungan ini sebelumnya dijadwalkan untuk membahas konflik yang semakin meluas antara Israel dan Iran.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Washington mengenai alasan pembatalan tersebut.
Di sisi lain, media Israel The Jerusalem Post membantah keras rumor tersebut.
Media itu menyebut kabar kematian Netanyahu sebagai teori konspirasi yang tidak memiliki bukti kuat.
Beberapa informasi publik menunjukkan Netanyahu masih menjalankan aktivitasnya.
Kantor Perdana Menteri Israel diketahui merilis pernyataan resmi Netanyahu pada 7 Maret.
Ia juga dilaporkan mengunjungi lokasi serangan di kota Beersheba pada 6 Maret.
Selain itu, Netanyahu disebut melakukan percakapan telepon dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Rumor ini muncul di tengah konflik yang terus meluas di Timur Tengah.
Selain Israel dan Iran, konflik juga melibatkan kelompok Hizbullah di Lebanon serta kelompok Houthi di Yaman.
Laporan terbaru menyebutkan korban jiwa telah melampaui dua ribu orang, sementara ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi yang menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu tewas atau terluka.
Namun rumor yang beredar menunjukkan betapa panasnya perang informasi di tengah konflik Timur Tengah yang semakin memanas.
Kita tentu perlu menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah Israel.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________