Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Negara Teluk, Ultimatum Trump Picu Eskalasi


Selasa, 24 Maret 2026 | 04:00 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Donald Trump kembali menggebrak dunia dengan ultimatum 48 jam: serang jaringan listrik Iran atau siap-siap Iran balas dengan menyerang infrastruktur energi dan air di negara-negara Teluk. Konflik yang sudah memanas selama tiga pekan ini kini mengancam pasar energi global.

Pada Sabtu malam, 21 Maret 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa jika Iran tidak menghentikan serangan terhadap Israel, AS akan menghantam jaringan listrik Iran dalam 48 jam. Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan pergerakan pasukan marinir AS dan kapal pendarat berat ke wilayah Teluk.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa Teheran siap membalas. Ia menyebut bahwa infrastruktur bahan bakar, energi, teknologi informasi, serta fasilitas desalinasi air milik Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan akan menjadi target jika jaringan listrik Iran diserang.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menulis di X bahwa infrastruktur kritis dan fasilitas energi di Timur Tengah bisa hancur secara permanen bila pembangkit listrik Iran menjadi sasaran. Ia menambah ancaman penutupan Selat Hormuz hingga pembangkit listrik Iran dipulihkan.

Selat Hormuz mengalirkan sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Penutupan total jalur ini dapat mengguncang pasar energi, memicu lonjakan harga minyak ke level tertinggi dalam hampir empat tahun dan meningkatkan harga gas di Eropa hingga 35% pekan lalu.

Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyebut ultimatum Trump sebagai bom waktu ketidakpastian selama 48 jam yang memperparah volatilitas harga energi. Investor kini menunggu apakah serangan akan terjadi atau tidak.

Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik jarak jauh (hingga 4.000 km) ke pangkalan militer AS?Inggris di Samudra Hindia dan menargetkan reaktor nuklir Israel di Dimona. Hezbollah, yang didukung Iran, juga terlibat, dan militer Israel mengonfirmasi operasi lanjutan melawan kedua musuh tersebut.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, lebih dari 2.000 orang tewas. Sirene serangan udara berbunyi di Israel, menewaskan puluhan warga di Arad dan Dimona, serta memicu serangan balasan Israel ke Iran.

Konflik ini bukan hanya soal geopolitik regional. Harga energi naik, inflasi global terancam, dan pasokan air bersih di kawasan Teluk bisa terganggu. Semua ini berdampak langsung pada biaya hidup, transportasi, dan produksi industri di seluruh dunia.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved