Bos BI Akui Gaduh Pencalonan Deputi Gubernur Pengaruhi Pelemahan Rupiah


Kamis, 22 Januari 2026 | 10:16 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp 17.000 per dollar AS pada awal 2026 tidak lepas dari sentimen negatif pasar terkait pencalonan Deputi Gubernur BI.

Faktor tersebut menambah tekanan domestik di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Bank Indonesia mencatat, nilai tukar rupiah pada Kamis (20/1/2026) berada di level Rp 16.945 per dollar AS. Posisi ini melemah 1,53 persen secara point to point dibandingkan akhir Desember 2025.

Perry menyebut, pergerakan rupiah tersebut dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Dari sisi global, Perry menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik, kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), serta tingginya imbal hasil US Treasury tenor 2 dan 3 tahun menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan A-S atau Fed Funds Rate yang semakin kecil turut memperkuat dollar AS.

Tekanan eksternal tersebut diperparah oleh arus keluar modal asing dari pasar keuangan negara berkembang ke negara maju seperti AS.

BI mencatat, hingga 19 Januari 2026, aliran keluar modal asing pada instrumen portofolio mencapai 1,6 miliar dollar A-S seiring meningkatnya ketidakpastian keuangan global.

Namun, Perry menegaskan bahwa faktor domestik juga berperan signifikan dalam melemahnya nilai tukar rupiah.

Salah satunya adalah kebutuhan valuta asing yang besar dari sejumlah korporasi nasional, termasuk PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Selain itu, Perry secara terbuka mengakui bahwa sentimen pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia dan proses pencalonan Deputi Gubernur BI turut memicu tekanan tambahan terhadap rupiah.

Pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto, dinilai sebagian pelaku pasar menimbulkan persepsi negatif.

Meski demikian, Perry menegaskan bahwa proses pencalonan tersebut tidak akan mengganggu independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Ia memastikan, seluruh kebijakan moneter dan keputusan strategis BI tetap diambil secara profesional dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang kuat.

Di tengah tekanan tersebut, pergerakan rupiah mulai menunjukkan tanda stabilisasi. Pada perdagangan terbaru, rupiah ditutup menguat setelah mengalami pelemahan beruntun sejak akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.936 per dollar AS, menguat 20 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp 16.956 per dollar AS.

Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui bauran kebijakan moneter, termasuk intervensi di pasar valas dan pasar obligasi, guna memastikan pergerakan rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved