KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Kabar besar datang dari industri batu bara Indonesia. Haji Isam dikabarkan mengajukan tawaran sekitar US$3 miliar atau Rp52,5 triliun untuk mengakuisisi sekitar 62% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dan keluarganya.
Namun, di tengah kabar tersebut, saham BYAN justru anjlok 4,9% dan ditutup di level Rp13.100 per saham pada perdagangan 10 September 2026. Pergerakan ini menjadi sorotan karena kabar transaksi bernilai jumbo biasanya mendapat perhatian besar dari pelaku pasar.
Nilai tawaran tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai valuasi BYAN. Apakah benar penawaran Rp52,5 triliun untuk 62% saham BYAN mencerminkan diskon besar dibandingkan nilai pasar perusahaan? Mengapa saham BYAN justru turun ketika kabar akuisisi mencuat? Dan bagaimana potensi perubahan kepemilikan ini memengaruhi bisnis Bayan Resources?
???? Simak pembahasan lengkap mengenai:
Kabar tawaran Haji Isam terhadap saham BYAN
Nilai transaksi sekitar Rp52,5 triliun
Rencana akuisisi sekitar 62% saham
Kepemilikan Low Tuck Kwong dan keluarga
Penyebab saham BYAN turun 4,9%
Perbandingan nilai tawaran dengan kapitalisasi pasar BYAN
Potensi dampak transaksi terhadap industri batu bara Indonesia
Kabar akuisisi ini tetap perlu dicermati berdasarkan konfirmasi resmi para pihak serta keterbukaan informasi perusahaan. Nilai penawaran dan potensi transaksi belum tentu mencerminkan transaksi final sampai terdapat kesepakatan resmi.
Jangan lupa Like, Comment, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan berita terbaru seputar BYAN, Haji Isam, saham, emiten, dan industri batu bara hanya di KONTAN TV.
#HajiIsam #BYAN #BayanResources #LowTuckKwong #SahamBYAN #Saham #Akuisisi #BatuBara #KontanTV #PasarModal