BREAKING NEWS! Presiden Prabowo Subianto turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Senin, 24 Agustus 2026. Dalam laporan di Pekanbaru, pemerintah menyampaikan masih terdapat 306 hotspot, dengan 7 titik yang telah menjadi titik api dan tersebar di empat kabupaten.
Luas karhutla di Riau sepanjang Januari–Agustus 2026 dilaporkan mencapai 16.277,50 hektare. Namun, dari penanganan yang telah dilakukan, titik api aktif saat ini tersisa sekitar 900 hektare. Presiden Prabowo meminta TNI, Polri dan seluruh unsur terkait segera menuntaskan sisa area terbakar serta tidak menunggu hotspot berkembang menjadi titik api.
Penanganan dilakukan melalui patroli darat dan udara, water bombing, operasi modifikasi cuaca, pembuatan embung, sekat kanal, hingga rencana pembangunan sumur bor di lokasi rawan. Dalam rapat tersebut juga dibahas kebutuhan oksigen bagi petugas dan masyarakat terdampak asap, termasuk permintaan 500 tabung oksigen untuk mendukung penanganan di lapangan.
Dari sisi penegakan hukum, Kapolda Riau melaporkan terdapat 33 laporan polisi dan 36 tersangka terkait karhutla pada 2026 hingga saat laporan disampaikan, dengan luas terbakar 806,57 hektare. Pemerintah juga menegaskan larangan pembakaran lahan dan meminta aparat menindak pihak yang terbukti sengaja menyebabkan kebakaran.
#PrabowoSubianto #Prabowo #Karhutla #KarhutlaRiau #Riau #KebakaranHutan #KebakaranLahan #Hotspot #TitikApi #Pekanbaru #Sumatera #TNI #Polri #BNPB #WaterBombing #ModifikasiCuaca #KebakaranHutanRiau #BreakingNews #BeritaTerkini #KontanTV