KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memerintahkan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat.
Hal ini merespon permintaan Presiden A-S Donald Trump yang menginginkan tercapainya kesepakatan penghentian program nuklir untuk mencegah aksi militer terhadap Iran.
Iran mengatakan, mereka sedang mengerjakan metode dan kerangka kerja untuk negosiasi yang akan siap dalam beberapa hari mendatang, dengan pesan antara kedua pihak disampaikan melalui para pemain regional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan, beberapa poin telah dibahas dan pihaknya kini tengah menyelesaikan detail setiap tahapan dalam proses diplomatik, yang diharapkan selesai dalam beberapa hari mendatang.
Trump telah memperingatkan bahwa waktu Iran hampir habis untuk mencapai kesepakatan tentang program nuklir.
Namun, Baqaei menegaskan bahwa Teheran tidak pernah menerima ultimatum dari A-S.
Dia juga tidak dapat mengkonfirmasi apakah pesan itu telah diterima.
Para aktor regional telah mendorong diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi berada di Turki pekan lalu dan mengadakan panggilan telepon lebih lanjut dengan rekan-rekannya dari Mesir, Arab Saudi, dan Turki.
Araghchi mengatakan, pihaknya setuju dengan keinginan Presiden Trump bahwa tidak ada senjata nuklir.
Bersatunya negara-negara kawasan untuk mendorong solusi diplomatik menunjukkan kekhawatiran bahwa serangan A-S akan menyeret Timur Tengah ke dalam pusaran konflik.
Hal ini sebagaimana peringatan yang dilontarkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang bakal menyerang negara-negara Timur Tengah yang membantu A-S.
Ayatollah Ali Khamenei juga menyebut, oecahnya aksi demosntrasi di negara merupakan upaya kudeta yang disponsori musuh bebuyutannya, Amerika Serikat dan Israel.
Teheran telah mengakui ribuan kematian selama protes tersebut.
Pada Minggu (1/2/2026), kepresidenan Iran menerbitkan nama-nama 2.986 orang dari 3.117 orang yang menurut pihak berwenang tewas dalam kerusuhan tersebut.
Pihak berwenang bersikeras bahwa sebagian besar korban adalah anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang tidak bersalah.
Televisi pemerintah Iran juga mengumumkan, empat warga asing telah ditangkap di Teheran karena berpartisipasi dalam kerusuhan, tanpa menyebutkan kewarganegaraan mereka.
Pihak berwenang terus mengumumkan penangkapan, dengan kelompok hak asasi manusia memperkirakan setidaknya 40.000 orang telah ditahan terkait protes tersebut.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________