Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud menyampaikan pernyataan soal masa depan Palestina dalam media stakeout di Markas Besar PBB, New York, pada 24 September 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah High-Level Ministerial Meeting of the Global Alliance for the Implementation of the Two-State Solution, forum yang membahas langkah konkret untuk mewujudkan solusi dua negara Israel-Palestina.
Faisal mengatakan “jendela” untuk mempertahankan solusi dua negara semakin menyempit, di tengah berlanjutnya krisis kemanusiaan di Gaza dan meningkatnya kekerasan di Tepi Barat. Saudi menyerukan konsolidasi gencatan senjata, akses bantuan kemanusiaan, rekonstruksi Gaza, serta penghentian aktivitas permukiman, aneksasi, pemindahan penduduk, dan kekerasan pemukim.
Faisal juga menegaskan Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, merupakan satu kesatuan geografis dan politik. Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, ia turut menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Saudi bergabung dengan Abraham Accords, perlucutan senjata Hamas, serta serangan Houthi terhadap Saudi dan ancaman terhadap pelayaran internasional di kawasan Laut Merah.
Pertemuan tersebut digelar di sela-sela Sidang Umum PBB ke-81 dan melibatkan sejumlah negara serta organisasi internasional yang mendorong implementasi solusi dua negara.
#SaudiArabia #ArabSaudi #FaisalBinFarhan #Palestina #Israel #Gaza #WestBank #TepiBarat #PBB #UNGA2026 #TwoStateSolution #SolusiDuaNegara #IsraelPalestina #GazaWar #TimurTengah #AbrahamAccords #Hamas #Houthi #Geopolitik #KONTAN