Investasi sukses butuh pengenalan karakter instrumen, paham risiko & disiplin menjaga alokasi aset


Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama Rekapital Asset Management mengatakan bahwa tugas utama fund manager adalah disiplin mengikuti kebijakan dan tujuan investasi yang telah ditetapkan. Selain itu keberhasilan pengelola dana diukur dari kemampuannya menghasilkan performa yang kompetitif di atas benchmark (tolak ukur) dan konsisten berada di peringkat atas industri (Kuartil 1 & 2) dalam jangka panjang.

Ia menekankan bahwa pengelolaan mencakup berbagai aset mulai dari saham, obligasi, pasar uang, hingga sektor riil (investasi alternatif) seperti KIK-EBA dan DIRE. Dalam menghadapi krisis ekonomi yang berkarier sejak 1997) menekankan bahwa krisis (1998, 2005, 2008, Covid-19, hingga konflik geopolitik) adalah bagian dari siklus ekonomi yang tidak bisa dihindari.

Kata dia, di setiap krisis selalu ada peluang. Saat investor lain takut, itulah waktu yang tepat untuk menambah investasi dengan pandangan jangka panjang melalui alokasi aset yang tepat agar tidak panik. Sementara Alvin menyarankan alokasi aset yang adaptif seiring bertambahnya usia, misalnya pada usia 20-30 (Fase Akumulasi), kita harus fokus pada aset yang tidak terlalu berisiko untuk mencapai tujuan jangka pendek (beli rumah/mobil).

Kemudian, pada ssia 30-40 lantaran aset dasar sudah dimiliki, bisa mulai masuk ke instrumen lebih agresif (reksa dana saham) untuk tujuan jangka panjang (dana pendidikan anak). Terakhir di usia 50 ke atas (Persiapan Pensiun), kita mulai mengurangi porsi aset agresif dan beralih ke instrumen konservatif yang likuid (obligasi, pasar uang) demi mencapai Financial Freedom dan pendapatan bulanan rutin.

Adapun saran bagi investor muda dan pemula, manfaatkan digitalisasi bahwa teknologi membuat investasi sangat terjangkau atau bisa mulai dari Rp10.000 di reksa dana. Ia mengingatkan hindari FOMO atau jangan ikut-ikutan tren tanpa paham apa yang dibeli. Ia memperingatkan volatilitas tinggi pada instrumen seperti Kripto yang sulit dianalisis fundamentalnya.

Dalam berinvestasi sebaiknya naik kelas secara bertahap, mulai dari risiko terkecil (Reksa Dana Pasar Uang), pindah ke Pendapatan Tetap (Obligasi), masuk ke Reksa Dana Saham. Setelah paham volatilitas dan fundamental, baru mencoba saham langsung atau kripto.

#kontan #kontannews #kontantv


Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved