Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone ke Iran untuk Serang AS! Konflik Timur Tengah Makin Panas


Senin, 16 Maret 2026 | 12:43 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan tuduhan serius terhadap Rusia.

Dalam wawancara dengan CNN, Zelensky menyebut bahwa Rusia telah memasok drone tempur kepada Iran yang kemudian digunakan untuk menyerang target militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Wawancara tersebut dilakukan bersama jurnalis Fareed Zakaria dan disiarkan pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Zelensky bahkan menyatakan dengan tegas bahwa Iran menggunakan drone jenis Shahed drone buatan Rusia dalam serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat.

Menurutnya, hal tersebut merupakan fakta yang tidak bisa dibantah.

Drone Shahed sendiri dikenal sebagai pesawat nirawak berbiaya rendah yang awalnya dikembangkan oleh Iran sebagai alternatif dari rudal yang jauh lebih mahal.

Senjata ini pertama kali dikenal luas ketika digunakan secara masif oleh Rusia dalam perang melawan Ukraina sejak akhir tahun 2022.

Pemerintah Ukraina mengklaim ribuan drone Shahed telah diluncurkan oleh Rusia selama invasi tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, Rusia mulai memproduksi sendiri drone tipe Shahed versi mereka.

Teknologi drone ini kemudian berkembang dan diadopsi oleh berbagai negara karena dianggap efektif dan relatif murah dibandingkan sistem senjata lainnya.

Meski demikian, tuduhan Zelensky tidak langsung mendapat tanggapan dari pihak Iran.

Sebaliknya, utusan Iran untuk Ukraina, Shahriar Amouzegar, justru menanggapi dengan nada sinis.

Dalam wawancara dengan kantor berita Agence France-Presse, Amouzegar menyebut klaim bantuan Ukraina terhadap Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai sesuatu yang tidak serius.

Ia bahkan menyebutnya hanya sebagai “lelucon dan gestur yang dibuat-buat.”

Di sisi lain, Zelensky sebelumnya juga mengungkap bahwa Ukraina telah mengirim tim ahli drone ke beberapa negara Timur Tengah.

Negara-negara tersebut antara lain Qatar, United Arab Emirates, dan Saudi Arabia.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Zelensky mengatakan tim ahli drone Ukraina juga membantu melindungi pangkalan militer Amerika Serikat di Jordan.

Menurutnya, permintaan bantuan tersebut datang langsung dari Washington pada awal Maret.

Namun beberapa hari kemudian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menyatakan negaranya tidak membutuhkan bantuan dari Ukraina dalam menghadapi serangan drone Iran.

Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika konflik yang kini berkembang di Timur Tengah.

Dengan berbagai negara besar terlibat secara langsung maupun tidak langsung, ketegangan global pun semakin meningkat.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved