Trump Larang, Pentagon Tetap Pakai AI Anthropic untuk Serang Iran?


Selasa, 03 Maret 2026 | 14:45 WIB | dilihat

Di tengah operasi militer gabungan AS–Israel di Iran, muncul laporan bahwa United States Central Command (CENTCOM) masih menggunakan model AI Claude buatan Anthropic. Hal ini menimbulkan ironi, karena hanya beberapa jam sebelumnya Presiden AS Donald Trump dikabarkan mengeluarkan larangan terhadap teknologi tersebut. Namun, penting digarisbawahi bahwa Claude tidak digunakan untuk mengambil keputusan mematikan secara langsung—tidak menerbangkan drone, tidak memilih target pengeboman, dan tidak beroperasi secara otonom di medan tempur.

Sebaliknya, model bahasa besar (LLM) ini digunakan di belakang layar: menganalisis data intelijen dalam jumlah besar, menerjemahkan komunikasi yang disadap, hingga mengoptimalkan logistik militer. Larangan terhadap Anthropic sendiri memiliki masa transisi enam bulan, sehingga sistem yang sudah terpasang masih boleh digunakan sementara waktu. Di sisi lain, kontroversi menguat karena Anthropic menolak keterlibatan dalam sistem senjata otonom dan pengawasan massal, berbeda dengan OpenAI yang dikabarkan menjalin kerja sama untuk penggunaan ChatGPT di jaringan rahasia pemerintah AS.

Di tengah perang dan percepatan teknologi, AI bukan lagi sekadar alat bantu—ia menjadi bagian dari strategi militer, etika global, dan persaingan geopolitik. Pertanyaannya, ketika kecerdasan buatan semakin dekat dengan operasi pertahanan negara, siapa yang seharusnya menentukan batas moral dan kontrol penggunaannya?

#AI #Anthropic #ClaudeAI #CENTCOM #Pentagon #DonaldTrump #TeknologiMiliter #Geopolitik #EtikaAI #PerangModern #KontanNews


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved