Katering Haji di Madinah Siapkan Menu Andalan Buat Memanjakan Lidah Jamaah Haji


Selasa, 21 April 2026 | 04:00 WIB | dilihat

https://www.kontan.co.id/

Cita rasa Nusantara kembali menjadi pengobat rindu bagi jemaah haji di Madinah. Di tengah padatnya rangkaian ibadah dan jarak jauh dari keluarga, makanan khas Indonesia hadir sebagai penyambung emosi dan kenangan akan kampung halaman.

Salah satu menu yang paling dinanti tahun ini adalah tempe. Makanan sederhana yang begitu akrab di lidah masyarakat Indonesia ini bahkan dijadwalkan hadir hingga lima kali dalam sepekan. Bagi banyak jemaah, tempe bukan hanya lauk biasa, tapi simbol kehangatan rumah.

Di balik sajian ini, ada peran penting dari Meez Marry, salah satu penyedia katering yang telah berpengalaman melayani jemaah haji dan umrah di Madinah. Meski tergolong perusahaan yang relatif muda—berdiri sekitar empat tahun lalu—Meez Marry berhasil mendapatkan kepercayaan untuk menghadirkan layanan konsumsi berkualitas dengan sentuhan khas Indonesia.

Di dapur mereka, tempe tidak sekadar disajikan, tetapi juga diproduksi sendiri untuk menjaga kualitas dan cita rasa. Proses ini penting agar rasa yang dihasilkan tetap autentik, seperti yang biasa dinikmati di tanah air.

Selain tempe, menu lain yang tak kalah digemari adalah mustofa—olahan kentang yang gurih dan manis—yang menjadi favorit banyak jemaah. Tidak hanya itu, berbagai menu khas dari berbagai daerah di Indonesia juga dihadirkan dalam satu meja.

Mulai dari cita rasa Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Sunda, hingga Pekanbaru, semua tersaji untuk memenuhi selera jemaah yang beragam. Menu unggulan seperti rendang daging yang kaya rempah hingga ayam woku dengan aroma khasnya menjadi pilihan yang menggugah selera.

Untuk menjaga keaslian rasa, penggunaan bumbu menjadi perhatian utama. Sebagian bumbu bahkan didatangkan langsung dari Indonesia dalam bentuk pasta. Namun, untuk memperkuat cita rasa dan aroma, bahan segar seperti sereh, lengkuas, daun jeruk, daun salam, kunyit, hingga jahe tetap digunakan.

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas rasa bukan hal yang dikompromikan, meski berada jauh dari tanah air.

Tahun ini, ada juga penyesuaian layanan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya menu khusus lansia seperti nasi tim atau bubur ayam disiapkan dalam jumlah tertentu, kini penyediaannya dilakukan berdasarkan permintaan.

Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi dari musim haji sebelumnya, agar makanan yang disediakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan jemaah dan tidak terbuang sia-sia.

Dari sisi skala, tanggung jawab yang diemban Meez Marry juga tidak kecil. Tahun ini, mereka dipercaya untuk melayani sekitar 10.000 jemaah haji Indonesia di Madinah. Meski jumlah ini sedikit menurun dibanding musim sebelumnya, tetap saja ini merupakan amanah besar.

Apalagi, hanya ada segelintir perusahaan katering yang mampu menangani layanan dalam skala sebesar ini dengan standar kualitas yang tinggi.

Secara keseluruhan, di Madinah, Kementerian Haji dan Umroh bekerja sama dengan 23 perusahaan katering untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah terpenuhi dengan baik.

Selama sembilan hari berada di Madinah, setiap jemaah akan mendapatkan total 27 kali makan—atau tiga kali sehari—yang semuanya dirancang untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan selama menjalankan ibadah.

Kehadiran makanan khas Indonesia di Tanah Suci bukan sekadar soal selera, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik dan mental jemaah. Rasa familiar dari makanan dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan nafsu makan, dan menjaga stamina selama menjalankan ibadah yang cukup berat.

Lebih dari itu, makanan menjadi jembatan emosional yang menghubungkan jemaah dengan rumah, keluarga, dan identitas mereka sebagai orang Indonesia.

Bagi calon jemaah haji, penting untuk tetap menjaga pola makan selama di Tanah Suci. Konsumsi makanan yang disediakan secara teratur agar stamina tetap terjaga. Jika memiliki kebutuhan khusus—seperti makanan untuk lansia atau kondisi kesehatan tertentu—jangan ragu untuk menyampaikan kepada petugas.

Selain itu, pastikan tetap menjaga hidrasi dengan cukup minum air, dan hindari membawa atau mengonsumsi makanan tambahan yang tidak terjamin kebersihannya.

Dengan pola makan yang baik dan asupan yang sesuai, ibadah haji bisa dijalani dengan lebih nyaman, sehat, dan khusyuk.

#Haji2026 #JemaahHaji #Tempe #KulinerIndonesia #Madinah #HajiIndonesia #RinduRumah #KateringHaji #MeezMarry #MakananNusantara #Rendang #AyamWoku #InfoHaji #HajiSehat #KulinerTanahSuci #IndonesiaDiMadinah #JemaahIndonesia #BeritaHaji #HajiUpdate #KontanTV


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved