Prabowo Panggil Gubernur BI & Menkeu ke Istana, Rupiah Rp17.000 Jadi Sorotan


Rabu, 11 Maret 2026 | 07:50 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan global mulai terasa dampaknya di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat ekonomi ke Istana Kepresidenan Jakarta.

Rapat terbatas ini digelar di tengah gejolak ekonomi dunia, melemahnya rupiah, serta lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah.

Apa sebenarnya yang sedang disiapkan pemerintah?

Sejumlah pejabat penting hadir dalam pertemuan tersebut.

Di antaranya:

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto

Meski belum dijelaskan secara rinci, rapat tersebut diduga membahas stabilitas ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa salah satu topik yang kemungkinan dibahas adalah stabilitas fiskal.

Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat.

Menurutnya, selama fondasi ekonomi tetap baik, pengendalian nilai tukar rupiah akan jauh lebih mudah dilakukan.

Kerja sama antara pemerintah dan Bank Indonesia juga dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar.

Rapat ini digelar di tengah gejolak pasar global.

Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan sempat melemah hingga sekitar Rp17.000 per dolar AS.

Di sisi lain, harga minyak dunia juga sempat melonjak di atas 100 dolar AS per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Meski kemudian kembali turun ke kisaran 80 hingga 90 dolar per barel, fluktuasi yang sangat cepat ini menjadi perhatian pemerintah.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto, menyebut bahwa diskusi dengan Presiden juga menyinggung perkembangan konflik di Timur Tengah.

Meski begitu, ia memastikan pemerintah tetap optimistis.

Menurutnya, stok pangan dan energi di dalam negeri masih aman.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan bakar maupun kebutuhan pokok.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan rapat tersebut juga membahas persiapan menjelang Eid al-Fitr.

Beberapa hal yang dibahas antara lain:

ketersediaan bahan pokok

pasokan BBM untuk arus mudik

serta stabilitas harga pangan menjelang Lebaran.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjalani masa mudik dan perayaan hari raya dengan aman dan lancar.

Di tengah gejolak ekonomi global, pemerintah Indonesia berupaya memastikan kondisi dalam negeri tetap stabil.

Mulai dari menjaga nilai tukar rupiah, mengamankan pasokan energi, hingga memastikan harga pangan tetap terkendali menjelang Lebaran.

Pertanyaannya sekarang,

Apakah langkah pemerintah ini cukup kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin tidak pasti?

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved