KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.
Seorang senator Amerika Serikat secara terbuka mendesak Arab Saudi untuk ikut menyerang Iran bersama Amerika dan Israel.
Pernyataan ini langsung memicu perhatian dunia karena berpotensi memperluas perang di kawasan Timur Tengah.
Apalagi pernyataan kontroversial itu datang dari salah satu tokoh politik berpengaruh di Washington, Lindsey Graham.
Dalam unggahan di platform X, senator dari Partai Republik tersebut mempertanyakan sikap Saudi Arabia yang dinilai belum ikut terlibat langsung dalam operasi militer melawan Iran.
Menurutnya, jika Iran dianggap ancaman bagi kawasan, maka negara-negara Timur Tengah juga seharusnya ikut terlibat dalam operasi militer.
Graham bahkan menyatakan bahwa perang melawan Iran akan menguntungkan kedua belah pihak.
Ia mempertanyakan mengapa United States harus menjalin perjanjian pertahanan dengan Arab Saudi jika negara itu tidak mau ikut bertempur ketika konflik terjadi.
Pernyataan Graham juga menyinggung kesepakatan pertahanan besar antara Washington dan Riyadh.
Pada masa pemerintahan Donald Trump, Amerika menyetujui paket kerja sama pertahanan dan keamanan senilai 142 miliar dolar AS dengan Arab Saudi.
Sebagai imbalannya, Arab Saudi menjanjikan investasi hingga 600 miliar dolar ke Amerika.
Salah satu bagian paling penting dari kesepakatan tersebut adalah izin bagi Arab Saudi untuk membeli jet tempur siluman F-35 Lightning II yang diproduksi oleh Lockheed Martin.
Jet tempur ini selama ini hanya diberikan kepada sekutu terdekat Amerika.
Graham menilai Arab Saudi seharusnya lebih aktif dalam menghadapi Iran.
Ia menyatakan bahwa Amerika telah mengorbankan banyak hal dalam konflik di kawasan ini.
Menurutnya, warga Amerika telah tewas dan Washington telah menghabiskan miliaran dolar untuk menghadapi ancaman dari Iran.
Namun Arab Saudi dinilai hanya memberikan dukungan terbatas di balik layar tanpa ikut dalam operasi militer secara langsung.
Ia juga berharap negara-negara Gulf Cooperation Council dapat lebih aktif terlibat karena konflik ini terjadi di wilayah mereka.
Dalam pernyataan yang cukup mengejutkan, Graham bahkan mengatakan bahwa jika rezim Iran runtuh, maka dunia akan melihat Timur Tengah yang baru.
Ia juga menyebut bahwa Amerika akan menghasilkan banyak uang dari perubahan geopolitik tersebut.
Pernyataan ini memicu kritik dari berbagai pihak yang menilai konflik tidak seharusnya dilihat sebagai peluang keuntungan ekonomi.
Graham dikenal memiliki hubungan dekat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Ia bahkan beberapa kali melakukan perjalanan ke Timur Tengah sebelum operasi militer terbaru terhadap Iran.
Dalam kunjungan tersebut, Graham disebut bertemu dengan pejabat intelijen Mossad, badan intelijen Israel.
Menurut laporan media Amerika, ia juga kerap memberikan saran kepada Netanyahu mengenai cara melobi presiden Amerika agar mengambil tindakan lebih keras terhadap Iran.
Kini, senator tersebut terus mendorong negara-negara Timur Tengah untuk ikut terlibat dalam konflik melawan Iran.
Namun banyak pengamat khawatir bahwa langkah ini justru dapat memperluas perang di kawasan yang sudah sangat tidak stabil.
Jika Arab Saudi benar-benar ikut dalam konflik ini, maka perang antara Iran dan Israel bisa berubah menjadi konflik regional besar yang melibatkan banyak negara.
Pertanyaannya sekarang,
Apakah Timur Tengah sedang menuju perang besar berikutnya?
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________