Hadapi AS dan Israel, Khamenei Serukan Persatuan Rakyat


Selasa, 10 Februari 2026 | 14:41 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan persatuan nasional sebagai kunci menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pidato peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran, Khamenei menegaskan bahwa kekuatan bangsa tidak semata ditentukan oleh militer atau ekonomi, melainkan pada ketahanan dan persatuan rakyatnya

Pidato tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan tekanan politik serta ekonomi yang masih membayangi Teheran.

Ia menyebut bahwa musuh-musuh Iran berharap dapat melemahkan bangsa itu melalui tekanan berlapis, termasuk sanksi ekonomi, tekanan diplomatik, serta apa yang ia sebut sebagai upaya propaganda dan perang psikologis.

Namun, menurut Khamenei, strategi tersebut akan berujung pada kegagalan apabila rakyat tetap solid.

Ia menekankan bahwa kehendak kolektif rakyat Iran merupakan fondasi utama daya tahan negara.

Dalam narasi yang konsisten ia gaungkan selama bertahun-tahun, Khamenei kembali menempatkan persatuan nasional sebagai tameng menghadapi tekanan eksternal, terutama dari Washington dan Tel Aviv, yang selama ini menjadi dua aktor utama dalam konstelasi rivalitas Iran di kawasan.

Peringatan Revolusi Islam setiap 11 Februari selalu menjadi ajang konsolidasi politik dan simbol legitimasi bagi pemerintahan Iran.

Tahun ini, pesan yang disampaikan Khamenei terasa lebih tajam dengan menyebut secara eksplisit bahwa musuh berada dalam posisi putus asa.

Pidato ini muncul usai ancaman Washington terkait program nuklir, serta gelombang protes di dalam negeri.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Teheran menilai tekanan yang dilancarkan terhadapnya tidak mencapai hasil yang diharapkan pihak lawan.

Sejak revolusi 1979 menggulingkan rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung Barat, hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memang berada dalam ketegangan permanen.

Sanksi ekonomi, pembatasan akses keuangan global, serta berbagai tuduhan terkait program nuklir Iran menjadi bagian dari dinamika yang terus berlangsung hingga kini.

Di dalam negeri, seruan persatuan itu juga dapat dibaca sebagai upaya memperkuat kohesi sosial di tengah tantangan ekonomi dan dinamika politik domestik. Inflasi, tekanan mata uang, dan pembatasan perdagangan internasional menjadi isu yang tidak bisa

Dalam konteks tersebut, pidato Khamenei menegaskan kembali narasi bahwa ketahanan nasional tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada loyalitas dan solidaritas rakyat.

Pidato itu disiarkan secara luas dan menjadi sorotan media nasional Iran.

Sejumlah analis menilai, pesan tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk konsumsi domestik, tetapi juga sebagai sinyal politik kepada komunitas internasional bahwa Iran tidak akan mudah goyah oleh tekanan eksternal.

Di tengah lanskap geopolitik Timur Tengah yang terus bergejolak, pernyataan Khamenei memperlihatkan bahwa Teheran tetap mengedepankan retorika perlawanan sebagai bagian dari identitas politiknya.

Bagi Iran, persatuan rakyat diproyeksikan sebagai benteng terakhir sekaligus sumber kekuatan utama dalam menghadapi apa yang mereka pandang sebagai tekanan dan ancaman dari luar.

#kontan #kontannews #kontantv


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved