Harga Emas $5.000+: Peluang Investasi, Apa Sudah Kemahalan?


Selasa, 10 Februari 2026 | 15:30 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Selamat datang di update pasar logam mulia hari ini.

Harga emas dunia tetap berada di atas level psikologis US$5.000 per ons, didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat dan fokus investor pada data ekonomi AS pekan ini.

Menurut Reuters, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$5.012,53 per ons pada pukul 09.48 GMT, setelah melompat sekitar 4% pada perdagangan Jumat lalu.

Emas berjangka AS untuk pengiriman April juga menguat 1,1% ke level US$5.033,70 per ons.

Analis senior XS.com, Rania Gule, menilai penguatan ini mencerminkan kembalinya peran emas sebagai aset lindung nilai yang netral secara geopolitik.

"Emas kembali mengambil peran historisnya sebagai aset berdaulat yang netral. Ini menjelaskan lonjakan permintaan yang kuat, terutama di tengah menurunnya minat terhadap dolar AS sebagai safe?haven," ujar Gule.

Pelemahan dolar AS turut mendukung reli emas. Indeks dolar turun sekitar 0,3%, sehingga emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Pelaku pasar kini menanti serangkaian rilis data ekonomi penting dari AS, termasuk laporan non?farm payrolls Januari, data inflasi konsumen (CPI), serta klaim awal pengangguran.

Data-data tersebut akan menjadi acuan dalam menilai arah kebijakan moneter Federal Reserve, di mana pasar telah memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing?masing sebesar 25 basis poin pada tahun 2026.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan harga emas karena menurunkan opportunity cost kepemilikan aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, pada Jumat lalu menyatakan bahwa pasar tenaga kerja AS berada dalam kondisi "rentan", sehingga pemangkasan suku bunga lanjutan masih berpeluang dilakukan.

Dari sisi permintaan global, Bank Sentral China kembali menambah cadangan emasnya untuk bulan ke?15 berturut?turut pada Januari, sebagai strategi diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS dan mengurangi eksposur terhadap risiko geopolitik serta keuangan global.

Sementara itu, harga perak spot melonjak 4,3% menjadi US$81,32 per ons, melanjutkan penguatan hampir 10% pada sesi sebelumnya. Perak sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$121,64 pada 29 Januari.

"Perak lebih bersifat sebagai aset berisiko dibanding emas. Saat selera risiko pasar menguat, perak biasanya mencatatkan kinerja yang lebih baik dibanding emas," kata analis City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada.

Harga platinum tercatat turun 1,5% ke US$2.065,10 per ons, sementara palladium melemah 1,1% ke US$1.687,50 per ons.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved