KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.
Pemerintah Iran menolak dua pesan dari utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta gencatan senjata.
Teheran menilai mereka tidak berada dalam posisi kalah, dan bahkan memberi sinyal siap melanjutkan konfrontasi.
Permintaan gencatan senjata itu disampaikan oleh utusan khusus Trump, Steve Witkoff.
Namun pemerintah Iran menolak pesan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa klaim sepihak Washington tentang kemenangan perang tidak otomatis mengakhiri konflik.
Menurut Teheran, situasi di medan konflik belum menunjukkan bahwa Iran telah kalah.
Iran menegaskan bahwa konflik baru bisa berakhir jika ada perjanjian permanen.
Teheran menuntut jaminan bahwa Amerika Serikat tidak akan kembali menyerang mereka di masa depan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan gencatan senjata tidak akan berarti tanpa jaminan tersebut.
Menurutnya, jika serangan kembali terjadi beberapa bulan kemudian, maka gencatan senjata hanya menjadi kesepakatan kosong.
Di kalangan elite pemerintahan Iran berkembang pandangan bahwa negara itu masih mampu bertahan dan belum perlu berkompromi.
Hal ini membuat sikap Teheran menjadi semakin keras dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Meski begitu, Kementerian Luar Negeri Iran tetap menjalin komunikasi dengan beberapa negara yang menawarkan diri sebagai mediator konflik.
Di tingkat internasional, tekanan terhadap Iran juga semakin meningkat.
Lebih dari 80 negara dilaporkan mendukung rancangan resolusi yang diajukan Bahrain di United Nations Security Council untuk mengecam serangan Iran terhadap negara-negara Teluk.
Namun resolusi tersebut tidak menyebut kritik terhadap Amerika Serikat maupun Israel.
Sementara itu, Russia dikabarkan menyiapkan usulan resolusi lain yang berbeda.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan secara tegas menyatakan bahwa negaranya tidak sedang mencari gencatan senjata.
Ia mengatakan Iran siap membalas setiap serangan secara cepat dan setimpal.
Menurutnya, Iran akan terus bertempur tanpa kompromi jika agresi terhadap negaranya terus berlanjut.
Di tengah ketegangan tersebut, Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC menegaskan akan mengendalikan jalur pelayaran strategis d
trait of Hormuz.
Selat ini merupakan jalur penting yang dilalui hampir 20 persen pasokan minyak dunia dan perdagangan gas alam cair global.
IRGC menyatakan kapal yang memiliki hubungan dengan pihak yang menyerang Iran tidak akan diizinkan melintas.
Namun kapal dari negara lain yang tidak terlibat konflik masih dapat menggunakan jalur tersebut.
Penolakan Iran terhadap gencatan senjata menunjukkan bahwa konflik antara Washington dan Teheran masih jauh dari kata selesai.
Jika ketegangan terus meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga bisa mengguncang pasokan energi dan stabilitas ekonomi global.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________