KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Sebuah serangan drone yang diduga berasal dari Iran menargetkan tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait.
Serangan ini memicu kebakaran besar, namun dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.
Menurut kantor berita negara Kuwait, tim darurat segera dikerahkan ke lokasi kejadian.
Otoritas penerbangan sipil menyebutkan bahwa kerusakan yang terjadi hanya bersifat material, pada fasilitas yang dioperasikan oleh Kuwait Aviation Fueling Company.
Di Bahrain, insiden serupa juga terjadi.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan tim pertahanan sipil tengah memadamkan kebakaran di sebuah fasilitas perusahaan setelah serangan yang disebut berasal dari Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa Washington dapat mengakhiri operasi militernya terhadap Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.
Trump menegaskan bahwa kesepakatan diplomatik bukan menjadi syarat untuk menghentikan konflik yang dikenal sebagai “Operation Epic Fury”.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pesan dari utusan khusus AS tidak dapat dianggap sebagai bentuk negosiasi.
Di tengah konflik, Garda Revolusi Iran juga mengancam sejumlah perusahaan besar Amerika.
Di antaranya Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, dan Boeing.
Konflik turut meluas ke Lebanon.
Serangan Israel di Beirut dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.
Dampak perang mulai terasa secara global.
Harga minyak melonjak dan membebani masyarakat, terutama di Amerika Serikat.
Harga bensin bahkan menembus 4 dolar per galon, tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
Sejumlah negara, termasuk Pakistan dan China, kini mendorong gencatan senjata dan dialog damai.
Namun hingga saat ini, konflik masih terus berlangsung tanpa kepastian akhir.
Dua pertiga warga Amerika sendiri dilaporkan mendukung agar keterlibatan AS dalam konflik ini segera diakhiri.
#kontantv #kontan #kontannew
_________________________________________