Trump Mulai Bahas Caplok Greenland, Militer AS Jadi Opsi


Rabu, 07 Januari 2026 | 09:21 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai membahas pencaplokan Greenland, wilayah otonom Denmark di Arktik, dengan menyebut penggunaan militer sebagai salah satu opsi.

Pernyataan resmi Gedung Putih pada Selasa (6/1/2026) ini memicu kekhawatiran di Eropa, sekaligus memperkeruh hubungan Washington dengan para sekutunya di NATO, termasuk Denmark.

Presiden dan timnya sedang membahas berbagai pilihan untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, di kantor berira AFP.

Menurut Leavitt, menguasai Greenland merupakan prioritas keamanan nasional A-S, terutama untuk mengantisipasi pengaruh Rusia dan China.

Menurut Gedung Putih, Greenland memiliki cadangan logam tanah jarang yang belum dimanfaatkan, serta lokasi strategis seiring mencairnya es kutub yang membuka jalur pelayaran baru.

Namun, pernyataan tersebut ditanggapi keras oleh Pemerintah Denmark dan Greenland. Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt mengungkapkan, pihaknya berulang kali mengajukan permintaan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri A-S Marco Rubio sepanjang 2025.

Hal senada disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, yang menyebutkan bahwa pertemuan seharusnya dapat mengklarifikasi kesalahpahaman tertentu.

Sementara itu, Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menegaskan kembali bahwa pulau itu bukan untuk dijual dan hanya rakyat Greenland yang berhak menentukan masa depannya.

Untuk dukungan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya yang terdalam, tulis Nielsen, merespons pernyataan solidaritas dari enam negara Eropa lainnya.

Trump sudah mengemukakan keinginannya untuk mengakuisisi Greenland sejak masa jabatan pertama. Menurut Marc Jacobsen, pakar diplomasi Arktik dari Royal Danish Defence College, ide ini bukan hal baru.

Trump berdalih bahwa Denmark tidak mampu menjamin keamanan Greenland, bahkan menyindir bahwa negara itu baru membeli satu kereta luncur anjing.

Namun kenyataannya, Copenhagen telah mengalokasikan sekitar 90 miliar kroner (sekitar Rp 235,8 triliun) untuk sektor keamanan dalam satu tahun terakhir.

Sejarawan Astrid Andersen dari Institut Studi Internasional Denmark menjelaskan kepada AFP, Selama perang ketika Denmark diduduki oleh Jerman, AS mengambil alih Greenland.

Dalam arti tertentu mereka tidak pernah pergi.

Para ahli juga menyoroti akses ke sumber daya mineral Greenland sangat penting, terutama di tengah ketergantungan global pada logam tanah jarang yang banyak ditemukan di pulau tersebut.

Uni Eropa mengidentifikasi 25 dari 34 mineral dalam daftar resmi bahan baku penting di Greenland, termasuk logam tanah jarang.

Namun, sekarang sektor pertambangan di Greenland relatif stagnan. Saat ini, AS sudah memiliki pangkalan militer di Greenland, yang dihuni oleh sekitar 57.000 orang.

Trump menyebut bahwa keputusan soal Greenland kemungkinan akan diambil dalam waktu sekitar dua bulan, setelah situasi di Venezuela stabil pasca operasi militer AS yang menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026).

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved