KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Indonesia bersiap untuk langkah besar dalam hilirisasi energi, khususnya melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau Waste to Energy. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang memimpin inisiatif ini, kini menjadi sorotan menjelang rencana groundbreaking proyek-proyek strategis tersebut.
Proses lelang untuk tujuh proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL ini dijadwalkan akan segera dibuka. CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengonfirmasi bahwa proses bidding untuk memasukkan penawaran akan dimulai dalam waktu dekat. Proyek ini telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Tujuh kota besar yang telah ditetapkan sebagai lokasi proyek PSEL ini meliputi Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, dan Medan Raya. Kehadiran proyek ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus sumber energi terbarukan.
Menariknya, minat investor terhadap proyek Waste to Energy ini tergolong sangat tinggi. Data awal menunjukkan bahwa antara 120 hingga 200 perusahaan telah menyatakan minatnya sejak tahap awal. Pengamat energi dari Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, mencatat bahwa animo swasta cukup kuat, sebagian besar berasal dari perusahaan asing yang memiliki pengalaman di bidang ini.
Daya tarik utama proyek ini adalah jaminan pembelian listrik oleh pemerintah dengan harga kompetitif sekitar 20 sen per kWh. Namun, diharapkan kolaborasi dengan sektor swasta nasional juga dapat terjalin kuat.
Meski antusiasme tinggi, Putra Adhiguna menekankan pentingnya transparansi dalam proses pengadaan pemenang lelang. Ia juga menyoroti potensi konflik kepentingan, terutama jika BPI Danantara terlibat langsung dalam struktur ekuitas proyek yang dipimpinnya. Transparansi menjadi kunci untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas.
Selain itu, tantangan teknis terkait karakteristik sampah di Indonesia juga menjadi perhatian. Keberhasilan proyek PSEL sangat bergantung pada ketersediaan sampah yang sudah terpilah dengan baik, bebas dari material seperti kaca, limbah B3, PVC, maupun aluminium foil.
Praktik pemilahan sampah dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga, masih menjadi pekerjaan rumah besar. Kondisi ini berpotensi menghambat operasional proyek agar berjalan optimal dan efisien. Namun, di sisi lain, proyek PSEL justru bisa menjadi katalisator untuk memperbaiki tata kelola sampah nasional secara keseluruhan.
Proyek ini membutuhkan kerja sama lintas instansi yang kuat, mulai dari pengumpulan hingga pemilahan sampah di tingkat kota. Sebelumnya, BPI Danantara berencana melakukan groundbreaking di lima titik proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai seratus triliun rupiah pada awal Februari 2026.
Agenda strategis ini telah dilaporkan langsung oleh CEO BPI Danantara kepada Presiden Prabowo Subianto. Proyek Waste to Energy ini menjadi fokus utama karena dinilai mampu memberikan manfaat ganda: lingkungan yang lebih bersih dan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi negara.
#kontantv #kontan #kontannews _________________________________________