Lawan Narkoba Global, Trump Kumpulkan 34 Pemimpin Militer Barat


Senin, 26 Januari 2026 | 14:52 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Dan Caine akan mengadakan pertemuan langka bulan depan dengan puluhan kepala militer dari seluruh Belahan Bumi Barat.

Pertemuan ini menandakan meningkatnya peran penting kawasan ini dalam pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dikutip dari New York Times, para pemimpin militer tingkat tinggi dari 34 negara, termasuk Denmark, Inggris, dan Perancis yang memiliki wilayah di kawasan tersebut, telah diundang ke pertemuan di Washington pada 11 Februari.

Pertemuan tersebut diharapkan akan fokus pada peningkatan koordinasi regional dalam memerangi perdagangan narkoba dan organisasi kriminal transnasional.

Pertemuan yang tidak biasa ini menyoroti potensi implikasi militer dan strategi keamanan baru yang memprioritaskan Barat.

Para pemimpin pertahanan yang berpartisipasi akan membahas pentingnya kemitraan yang kuat, kerja sama yang berkelanjutan, dan upaya bersama untuk melawan organisasi kriminal dan teroris, serta aktor eksternal yang merusak keamanan dan stabilitas regional.

Jenderal Caine dan para pembantu utamanya berupaya menggambarkan pertemuan tersebut dalam konteks peningkatan kerja sama keamanan di antara mitra regional.

Namun, pertemuan ini berlangsung di saat yang genting bagi hubungan Washington dengan negara-negara tetangganya, serta sekutu-sekutunya di Eropa.

Para komandan senior AS yang mengawasi operasi di Eropa, Afrika, dan Pasifik secara rutin bertemu dengan rekan-rekan militer mereka dalam pertemuan di luar negeri.

Selain pertemuan-pertemuan kecil di berbagai bagian Amerika Latin, Pentagon belum pernah mengadakan pertemuan dengan kelompok petinggi militer sebesar ini dari Barat.

Pada pertemuan bulan depan, Jenderal Caine diperkirakan akan mendesak koordinasi lebih lanjut dalam memerangi narkoba dan kelompok kriminal transnasional di wilayah tersebut. Pertemuan tersebut dijadwalkan minggu depan, tetapi ditunda karena ancaman badai salju di Washington.

Misi tersebut telah menghadapi beberapa kendala. Misalnya, pada September lalu, Inggris menghentikan pertukaran informasi intelijen terkait serangan AS terhadap apa yang mereka sebut sebagai kapal pengangkut narkoba di Karibia.

Seorang spesialis keamanan regional di Kantor Washington untuk Amerika Latin, Adam Isacson mengatakan, pemerintahan Trump mengharapkan militer di kawasan itu untuk menanggapi prioritas AS jauh lebih banyak daripada kapan pun sejak Perang Dingin berakhir.

Menurutnya, daftar itu dimulai dengan memerangi narkoba dan kejahatan terorganisir dan termasuk menghindari hubungan dengan China, Iran, mungkin Rusia, dan kekuatan lainnya.

#kontan #kontannews #kontantv


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved