PT PLN Indonesia Power (PLN IP) dan PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menegaskan pasokan batubara untuk PLTU mereka masih aman dan andal, meski beredar kekhawatiran soal pemangkasan produksi dalam RKAB 2026. Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, memastikan kebutuhan energi primer masih terpenuhi berkat pengelolaan rantai pasok yang terencana dan koordinasi intensif dengan pemasok, sementara Vice President Communication & CSR PLN NP, Harry Purnomo, menyampaikan bahwa operasional PLTU di bawah PLN NP juga tidak mengalami gangguan, termasuk untuk kesiapan pasokan listrik selama masa Siaga Idul Fitri.
Di sisi lain, pelaku usaha batubara masih menyuarakan kegelisahan. Data sebelumnya menunjukkan penurunan pasokan ke PLTU sejak awal tahun karena RKAB 2026 belum final, membuat perusahaan tambang sulit memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Umum APBI, Priyadi, mengaku belum mendapat pembaruan resmi dan mengingatkan bahwa pemangkasan produksi tanpa kajian mendalam bisa berdampak pada daerah dan ketenagakerjaan. Di tengah perbedaan narasi antara produsen batubara dan pembeli listrik, apakah keyakinan PLN soal pasokan yang “aman” sudah cukup menenangkan kekhawatiran publik terhadap risiko pemadaman?
#PLN #PLNIndonesiaPower #PLNNusantaraPower #PLTU #Batubara #RKAB2026 #DMO #Ketenagalistrikan #Lebaran2026 #APBI #EnergiPrimer #KontanNews