Fitch Sorot Program Makan Bergizi Gratis, Risiko Fiskal RI Meningkat?


Jumat, 06 Maret 2026 | 15:21 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program sosial besar pemerintah kini mendapat sorotan dari lembaga pemeringkat internasional.

Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah meningkatnya belanja sosial pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis.

Namun pemerintah menegaskan, program ini bukan sekadar pengeluaran.

Menurut pemerintah, kebijakan ini adalah investasi besar untuk masa depan Indonesia.

Dalam laporan terbarunya, Fitch menilai peningkatan belanja pemerintah berpotensi mempersempit ruang fiskal.

Program makan bergizi gratis menjadi bagian dari belanja tersebut yang diperkirakan cukup besar.

Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada tahun 2026 berada di kisaran 2,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Salah satu faktor yang memberi tekanan pada anggaran adalah program makan bergizi gratis yang diperkirakan mencapai sekitar 1,3 persen dari PDB.

Meski demikian, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB, yang masih berada dalam kategori layak investasi.

Menanggapi sorotan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa program makan bergizi gratis tidak bisa dilihat hanya dari sisi biaya jangka pendek.

Menurutnya, berbagai studi internasional justru menunjukkan manfaat ekonomi yang besar dari program tersebut.

Airlangga menyebut studi dari World Bank dan Rockefeller Foundation menunjukkan bahwa investasi dalam program makan bergizi bisa menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan.

Jika pelaksanaannya baik dan masif, investasi satu dolar bisa menghasilkan hingga tujuh dolar manfaat ekonomi, ujar Airlangga.

Karena itu, pemerintah memandang program ini sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

Airlangga juga menegaskan bahwa program serupa telah diterapkan oleh berbagai negara di dunia.

Salah satunya adalah Amerika Serikat, yang memiliki program bantuan makanan bagi siswa sekolah sejak lama.

Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, serta kemampuan belajar anak-anak.

Pemerintah Indonesia menilai pendekatan ini penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Meski outlook peringkat utang diturunkan menjadi negatif, Fitch tetap menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat.

Beberapa faktor yang menopang stabilitas tersebut antara lain:

Rasio utang pemerintah yang masih moderat

Prospek pertumbuhan ekonomi yang dinilai tetap solid

Stabilitas makroekonomi yang relatif terjaga

Artinya, Indonesia masih dianggap memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola kewajiban utangnya.

Perdebatan mengenai program makan bergizi gratis kini tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga menjadi perhatian lembaga internasional.

Di satu sisi, program ini membutuhkan anggaran yang besar.

Namun di sisi lain, pemerintah melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan.

Pertanyaannya sekarang, apakah manfaat jangka panjang program ini benar-benar akan mampu menutupi beban fiskal yang muncul dalam jangka pendek?

Waktu yang akan menjawabnya.

#kontantv #kontan #kontannews _________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved