Prancis Kirim Kapal Induk ke Mediterania! Eropa Bersiap Hadapi Dampak Perang Iran


Kamis, 05 Maret 2026 | 01:00 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Konflik Timur Tengah kini mulai merembet ke Eropa.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, resmi mengerahkan kapal induk andalan negaranya ke Laut Mediterania.

Langkah ini menjadi sinyal kuat: Eropa tidak ingin dampak perang Iran meluas hingga ke perbatasannya.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Macron memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle untuk berlayar menuju Mediterania, Selasa 4 Maret 2026.

Kapal tersebut sebelumnya tengah bertugas di Atlantik Utara dan bahkan sempat singgah di Malmo, Swedia.

Kini, kapal induk kebanggaan Prancis itu ditarik untuk memimpin armada tempur di kawasan yang kian memanas.

Saya telah memerintahkan Charles de Gaulle, aset udaranya, dan fregat pengawalnya untuk menuju Mediterania, tegas Macron.

Tak hanya itu, Prancis juga mengirim tambahan sistem pertahanan udara ke Siprus.

Langkah ini diambil setelah drone buatan Iran menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris, RAF Akrotiri, di Siprus.

Fregat Languedoc serta aset pertahanan udara tambahan dijadwalkan tiba di lepas pantai Siprus guna memperkuat pertahanan kawasan.

Di tengah eskalasi ini, Macron juga melontarkan kritik tajam.

Ia menyebut operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilakukan di luar hukum internasional.

Namun di sisi lain, Macron tetap menegaskan bahwa Iran memikul tanggung jawab utama atas krisis ini.

Ia menyinggung program nuklir Teheran, dukungan terhadap kelompok proksi regional, serta tindakan keras terhadap demonstran domestik.

Situasi makin genting setelah Iran menutup Selat Hormuz.

Macron mengingatkan, sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut.

Tak hanya Hormuz, Terusan Suez dan Laut Merah juga berada dalam tekanan.

Artinya, krisis ini bukan sekadar konflik regional — tapi ancaman serius bagi ekonomi global.

Sebagai respons, Prancis menggagas pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran vital tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengungkapkan bahwa jet tempur Dassault Rafale telah dimobilisasi di atas wilayah Uni Emirat Arab.

Langkah ini dilakukan untuk melindungi pangkalan militer Prancis di Al-Dhafra, dekat Abu Dhabi, setelah hanggar mereka dihantam drone.

Macron menegaskan bahwa pasukan Prancis telah menembak jatuh sejumlah drone dalam aksi bela diri sejak awal konflik.

Ia juga menekankan komitmen pertahanan Prancis terhadap Qatar, Kuwait, dan UEA.

Dengan pengerahan kapal induk, jet tempur, dan pembentukan koalisi maritim, Prancis kini berada di garis depan respons Eropa terhadap krisis Iran.

Apakah ini langkah pencegahan
taukah tanda bahwa konflik Timur Tengah akan meluas?

Yang jelas, ketegangan kini tak lagi terbatas di kawasan — dampaknya sudah menyentuh jalur energi dan keamanan global.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved