AS Bakal Buat Bom Nuklir yang 24 Kali Lebih Kuat dari Bom yang Dijatuhkan di Jepang I KONTAN News


Kamis, 02 November 2023 | 11:34 WIB | dilihat
Departemen Pertahanan Amerika Serikat berupaya untuk membuat bom nuklir baru.

Tidak main-main, bom nuklir tersebut memiliki kekuatan 24 kali lebih besar dari salah satu bom yang dijatuhkan di Jepang selama Perang Dunia II.

Melansir Fox News, Pentagon sedang mencari persetujuan kongres dan pendanaan untuk mengembangkan varian modern dari bom gravitasi nuklir B61, yang akan diberi nama B61-13.

“Pengumuman hari ini mencerminkan perubahan lingkungan keamanan dan meningkatnya ancaman dari musuh potensial.”

Demikian penjelasan Asisten Menteri Pertahanan untuk Kebijakan Luar Angkasa John Plumb seperti yang dikutip dari siaran pers Departemen Pertahanan.

Berdasarkan laporan Defense News, lembar fakta yang disertakan dengan rilis tersebut mengatakan, B61-13 akan memiliki hasil yang sama dengan B61-7, dengan hasil maksimum 360 kiloton.

Disebutkan pula, muatannya 24 kali lebih besar dibandingkan bom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada Perang Dunia II.

Bom di Hiroshima hanya berbobot sekitar 15 kiloton.

B61-13 juga akan berukuran sekitar 14 kali lebih besar dari bom yang dijatuhkan di Nagasaki, yaitu 25 kiloton.

Menurut lembar fakta, bom baru yang kuat ini juga akan mencakup fitur keselamatan, keamanan, dan akurasi modern dari B61-12.

Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh dunia, ketika AS melakukan eksperimen dengan daya ledak tinggi di lokasi uji coba nuklir di Nevada awal bulan ini.

Uji coba tersebut dimaksudkan untuk memajukan usaha AS dalam mengembangkan teknologi baru untuk mendukung tujuan nonproliferasi nuklir AS.

“Mereka akan membantu mengurangi ancaman nuklir global dengan meningkatkan deteksi uji coba ledakan nuklir bawah tanah.”

Demikian penjelasan Corey Hinderstein, wakil administrator pertahanan nonproliferasi nuklir di Administrasi Keamanan Nuklir Nasional AS.

Uji coba tersebut dilakukan ketika Rusia diperkirakan akan mengumumkan penarikan diri dari Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif tahun 1966, yang dirancang untuk melarang ledakan nuklir di mana pun di dunia.

Namun perjanjian tersebut tidak pernah diratifikasi oleh China, India, Pakistan, Korea Utara, Israel, Iran dan Mesir.

Disebutkan pula, bom baru ini akan dapat dikirimkan dengan pesawat modern dan akan dirancang untuk memberikan pilihan kepada presiden untuk menyerang sasaran militer yang keras dan memiliki wilayah yang luas.

Jika disetujui, bom tersebut akan menggantikan beberapa B61-7 yang saat ini ada di cadangan nuklir AS, dan bukannya menambah jumlah stok nuklir AS.

Mengutip New York Post, pembuatan B61-13 harus terlebih dahulu disetujui dan didanai oleh Kongres.

Jika hal itu terjadi, pembuatan senjata baru akan menjadi tugas Administrasi Keamanan Nuklir Nasional Departemen Energi AS.

#kontantv #amerika #bom #gravitasi #nuklir #b61 #pentagon

Video Terkait

Berita Terkait

Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved