Rudal Hipersonik Iran Tak Terhentikan? Ilmuwan China Bongkar Titik Lemah Sistem Pertahanan AS


Rabu, 11 Maret 2026 | 06:57 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Sistem pertahanan rudal paling canggih di dunia ternyata tidak sepenuhnya kebal.

Penelitian terbaru dari ilmuwan China justru mengungkap sebuah fakta mengejutkan.

Sistem pertahanan milik United States disebut memiliki celah serius saat menghadapi rudal hipersonik.

Temuan ini muncul bersamaan dengan laporan bahwa rudal milik Iran berhasil menembus pertahanan Israel dan Amerika dalam konflik terbaru di Timur Tengah.

Apakah ini tanda bahwa dunia sedang memasuki era baru perang rudal hipersonik?

Penelitian ini dipimpin oleh ilmuwan militer China, Liao Longwen, dari Northwest Institute of Nuclear Technology.

Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Tactical Missile Technology.

Kesimpulannya cukup mengejutkan.

Sistem pertahanan udara Amerika yang selama ini dianggap paling maju di dunia dinilai kalah efektif menghadapi rudal hipersonik.

Penyebabnya adalah kombinasi tiga hal mematikan: kecepatan ekstrem, kemampuan manuver tinggi serta jalur penerbangan yang sulit diprediksi

Rudal hipersonik bahkan dapat melaju lebih dari Mach 6 atau sekitar 7.000 kilometer per jam.

Penelitian tersebut menganalisis beberapa sistem pertahanan utama milik Amerika.

Pertama adalah sistem Aegis Ballistic Missile Defense System.

Sistem ini menggunakan rudal pencegat SM-3 yang dirancang untuk menghancurkan rudal musuh di luar atmosfer.

Namun para peneliti menemukan masalah serius.

Rudal hipersonik menghasilkan panas ekstrem saat menembus atmosfer, yang dapat membutakan sensor inframerah pencegat.

Akibatnya, sistem sulit mengunci target.

Sistem kedua adalah THAAD.

THAAD beroperasi pada ketinggian sekitar 40 hingga 150 kilometer.

Namun sistem ini kesulitan menghadapi rudal yang meluncur di ketinggian lebih rendah.

Selain itu, sistem ini juga dapat terkecoh oleh umpan atau decoy.

Sementara sistem MIM-104 Patriot, yang digunakan untuk pertahanan jarak dekat, memiliki keterbatasan waktu reaksi.

Untuk menghancurkan rudal hipersonik yang menukik tajam, pencegat harus memiliki percepatan dua hingga tiga kali lebih cepat dari target.

Hal ini menjadi sangat sulit jika rudal musuh bergerak di atas Mach 6.

Temuan ini semakin menarik karena muncul bersamaan dengan rekaman serangan terbaru di Timur Tengah.

Dalam operasi militer yang disebut Operation True Promise 4, Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC mengklaim berhasil menembus sistem pertahanan Amerika.

Beberapa rudal bahkan dilaporkan menghantam target penting di Israel.

Di antaranya: Gedung Kementerian Pertahanan Israel serta area di sekitar Ben Gurion International Airport dekat Tel Aviv.

Serangan tersebut diklaim menggunakan kombinasi rudal hipersonik dan drone tempur.

Ada tiga alasan utama mengapa rudal hipersonik menjadi mimpi buruk bagi sistem pertahanan udara.

Pertama adalah kecepatan ekstrem.

Rudal ini bisa mencapai target hanya dalam hitungan menit.

Kedua adalah kemampuan manuver.

Berbeda dengan rudal balistik yang jalurnya dapat diprediksi, rudal hipersonik bisa berbelok di udara.

Dan ketiga adalah jalur terbang rendah.

Rudal hipersonik sering meluncur di bawah jangkauan radar konvensional.

Untuk menghadapi ancaman ini, Amerika sempat mengusulkan konsep pertahanan baru bernama Golden Dome missile defense concept.

Proyek ini digagas pada masa pemerintahan Donald Trump.

Konsepnya cukup ambisius.

Ratusan satelit orbit rendah akan dilengkapi dengan senjata laser untuk menghancurkan rudal sejak awal peluncuran.

Namun para ahli menilai sistem ini masih jauh dari tahap operasional.

Perkembangan teknologi rudal hipersonik kini memicu perlombaan senjata baru di dunia.

Beberapa negara yang sudah mengembangkan teknologi ini antara lain: China, Russia, Iran dan United States.

Jika teknologi ini terus berkembang, para ahli memperingatkan bahwa sistem pertahanan udara tradisional mungkin tidak lagi cukup untuk melindungi sebuah negara.

Pertanyaannya sekarang,

Apakah dunia benar-benar sedang memasuki era perang rudal hipersonik?

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved