KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Tahun 2026 dihadapkan pada bayang-bayang ketidakpastian global. Arus modal asing ke pasar Indonesia diperkirakan akan dipengaruhi oleh dinamika nilai tukar Rupiah yang penuh tantangan.
Namun, di tengah ketidakpastian ini, muncul optimisme. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan bisa menembus level 10.000 pada tahun 2026, sebuah target ambisius yang sempat disampaikan oleh Menteri Keuangan.
Secara teori, target IHSG 10.000 memang memungkinkan. Akan tetapi, mencapai level ini membutuhkan kombinasi pertumbuhan laba emiten yang kuat, penurunan premi risiko, serta aliran dana institusional yang stabil. Selama ketidakpastian global masih tinggi, valuasi saham Indonesia akan sangat sensitif terhadap sentimen dari luar negeri.
Eskalasi geopolitik global, termasuk potensi konflik antar negara, dapat menekan harga energi dan mendorong investor global untuk bersikap lebih hati-hati atau 'risk-off'. Kondisi ini berpotensi memicu aliran dana keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Memasuki tahun 2026, pola aliran dana asing, khususnya untuk investasi portofolio, diprediksi akan bersifat fluktuatif dan bergerak dua arah. Investor asing diperkirakan akan tetap bersikap oportunistik.
Mereka cenderung masuk ketika volatilitas global mereda, namun akan cepat keluar ketika imbal hasil aset aman global mulai meningkat.
Sementara itu, investasi langsung asing atau FDI dinilai relatif lebih tahan banting. Namun, ketahanannya tetap bergantung pada kepastian regulasi, konsistensi kebijakan hilirisasi, serta persepsi positif terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi nasional.
Tanpa perbaikan struktural yang mampu menurunkan ketidakpastian kebijakan, arus masuk FDI berisiko tidak akan berkelanjutan.
Bagaimana dengan nilai tukar Rupiah? Untuk tahun 2026, Rupiah lebih tepat dibaca dalam rentang pergerakannya, bukan pada satu angka pasti. Dengan asumsi stabilitas makro terjaga dan intervensi Bank Indonesia berjalan kredibel, Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.300 hingga Rp 16.900 per dolar AS.
Namun, perlu diingat, tekanan eksternal seperti penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, maupun pembalikan arus modal global, dapat dengan cepat mendorong pelemahan Rupiah secara sementara.
Kunci stabilitas Rupiah tidak hanya terletak pada respons moneter yang defensif, tetapi juga pada penguatan sumber pasokan devisa serta kredibilitas kebijakan makro ekonomi secara keseluruhan.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________